
Harapan Saputro, Wali Santri Korban Pondok Pesantren di Sidoarjo Rubu: Saya Hanya Berdoa Anak Selamat. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah tim SAR yang berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidaorjo, ada ratusan wali santri menanti keajaiban dengan wajah harap-harap cemas.
Salah satunya Saputro, 57 tahun, warga Kecamatan Kemal, Bangkalan. Ia menantikan kabar baik dari anak ketiganya, yang diduga terjebak dalam reruntuhan bangunan saat Salat Ashar.
"Putra saya sampai saat ini belum ketemu. Padahal malam Sabtu kemarin (26/9) masih komunikasi dengan keluarga," tutur pria paru baya yang mengenakkan peci putih itu kepada JawaPos.com, Rabu (1/10).
Saputro menuturkan, ia baru menerima kabar ambruknya bangunan Pondok Pesantren tempat anaknya belajar pada Senin malam (29/9). Esok harinya, Selasa (30/9), ia bersama keluarga langsung menuju Sidoarjo.
"Selasa pagi, sekitar jam 7.00 WIB saya ke sini. Dari Kemal, Bangkalan naik perahu ke Surabaya, lalu ke sini," imbuhnya ketika ditemui di posko darurat wali santri korban tragedi runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny.
Anak Saputro yang masih hilang bernama Muhammad Anas Fahmi, 15 tahun. Dari penuturan Saputro, Anak sudah mondok di Pondok Pesantren Al Khoziny sejak 3 tahun terakhir.
Kali terakhir berkomunikasi dengan keluarga, santri yang duduk di bangku kelas 2 MTS Al Khoziny tersebut meminta dikirimi sejumlah makanan dan peralatan pondok.
“Memang kami setiap tiga minggu sekali kirim ke pondok. Minggu depan ini waktunya kirim. Saya nggak berdoa neko-neko, cuma satu, mudah-mudahan anak saya dan semua santri selamat," tutur Saputro lirih, menahan tangis.
Kronologi Singkat dan Korban Sudah Dievakuasi
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan empat lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan Kantor Basarnas Surabaya, Selasa malam (30/9) sebanyak 100 orang santri menjadi korban tragedi ini.
Dari jumlah korban tersebut, 3 orang dilaporkan meninggal dunia. Mereka adalah Maulana Affan Ibrahimafic, 15 tahun, warga Surabaya; Mochammad Mashudul Haq, 14 tahun, warga Surabaya; dan Muhammad Soleh, 22 tahun, warga Bangka Belitung.
Hingga berita ini ditulis, Rabu (1/10) pukul 12.30 WIB, Tim SAR gabungan terus berjibaku untuk menyelamatkan korban. Alat berat sudah stanby sejak Senin (29/9), namun hingga kini belum digunakan karena struktur bangunan rapuh.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022