
Evakuasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo: 6 Korban Diduga Masih Hidup, Petugas Salurkan Logistik Lewat Celah Reruntuhan. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Proses evakuasi korban dari tragedi runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan. Tim SAR gabungan menyebut ada 6 korban yang diduga masih hidup.
Mereka masih merespons ketika diajak berkomunikasi dengan personel SAR gabungan. Sejumlah logistik, mulai dari makanan ringan, minuman, hingga tabung oksigen pun disalurkan melalui celah reruntuhan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari.
"Saat ini, Tim SAR gabungan masih mendeteksi adanya indikasi 6 orang korban yang masih bertahan. Melalui celah yang ada, petugas menyalurkan makanan dan minuman untuk menjaga kondisi korban," terangnya, Rabu (1/10).
Saat ini, penyelamatan difokuskan secara manual dengan menggali celah maupun lubang. Cara tersebut ditempuh untuk menjangkau serta mengevakuasi korban yang masih memiliki kemungkinan bertahan hidup.
Tim SAR gabungan bersama ahli konstruksi juga menyusun langkah teknis. Fokusnya adalah membersihkan jalur evakuasi dari timbunan puing dengan metode aman, sehingga tidak memicu resiko ambruk susulan.
"Peralatan berat (ekskavator) juga telah disiagakan, namun penggunaannya sementara belum dapat dilakukan karena dikhawatirkan getaran dapat memperparah kondisi reruntuhan (beresiko ambruk susulan)," imbuhnya.
Dikatakan Abdul, proses evakuasi menunggu asesmen di bawah komando Basarnas. Jika dinyatakan tak ada korban hidup, maka tahap selanjutnya adalah menggunakan alat berat untuk mengangkat jenazah yang tertimbun.
Kronologi Singkat dan Korban Sudah Dievakuasi
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan tiga lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Berdasarkan data sementara yang dikeluarkan Kantor Basarnas Surabaya, Selasa malam (30/9) sebanyak 100 orang santri menjadi korban tragedi ini.
Baik itu evakuasi mandiri maupun evakuasi oleh Tim SAR gabungan. Dari jumlah korban tersebut, 3 orang dilaporkan meninggal dunia, 26 menjalani rawat inap, dan 1 orang dirujuk ke Mojokerto, dan 70 orang telah dipulangkan.
Para korban yang berhasil dievakuasi dilarikan ke rumah sakit terdekat. Rinciannya: RSUD Notopuro merawat 40 pasien (8 rawat inap, 2 meninggal dunia, 30 dipulangkan), RSI Siti Hajar merawat 52 pasien (11 rawat inap, 1 meninggal dunia, 1 pasien dirujuk, 39 dipulangkan).
Kemudian RS Delta Surya merawat 6 pasien rawat inap, RS Sheila Medika menangani satu pasien yang telah diperbolehkan pulang, lalu RS Universitas Airlangga merawat satu pasien rawat inap.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022