
Terjebak di Reruntuhan, 8 Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Berhasil Diselamatkan Tim SAR. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Hingga Selasa dini hari (30/9), Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 8 orang korban selamat, yang terjebak di reruntuhan bangunan tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.
Sebagai informasi, bangunan tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salah Ashar dua rakaat di lantai 1. Insiden nahas ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan proses evakuasi berlangsung dramatis. Pihaknya sangat berhati-hati, mengingat banyak santri yang terjebak.
"Hingga Selasa (30/9) dini hari, kami berhasil mengevakuasi 8 orang korban dalam kondisi selamat dari reruntuhan. 7 korban dievakuasi pada Senin malam dan 1 korban pada Selasa dini hari," ujar Nanang, Selasa (30/9).
Korban pertama berhasil dievakuasi dan dalam keadaan selamat pada Senin (29/9) pukul 18.01 WIB, disusul korban kedua pada pukul 18.16 WIB. Selanjutnya, korban ketiga dievakuasi pukul 19.00 WIB.
korban keempat pukul 19.16 WIB, korban kelima pukul 19.38 WIB, korban keenam pukul 20.55 WIB, korban ketujuh pada pukul 22.01 WIB, dan korban kedelapan ditemukan, pada Selasa (30/9) pukul 01.58 WIB.
8 korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Diantaanya ke RSUD Notopuro, RS Delta Surya, dan RSI Siti Hajar.
"Berdasarkan data sementara, terdapat 100 orang santri menjadi korban. 99 berhasil diselamatkan, di mana 8 orang dievakuasi tim SAR dan 91 orang melakukan evakuasi mandiri. 1 orang korban meninggal dunia," imbuhnya.
Satu orang korban meninggal dunia bernama Maulana Affan Ibrahimafic, 15 tahun. Ia merupakan salah satu santri Pondok Pesantren Al Khoziny asal Kalianyar Kulon, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya.
Hingga Selasa (30/9) pukul 03.05 WIB, proses evakuasi masih berlangsung. Ratusan personel Tim SAR gabungan terus berupaya mengangkat puing-puing bangunan Musala tiga lantai tersebut.
