Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 04.11 WIB

Jaga Stabilitas Lapas, 55 Napi Berbahaya Surabaya Dipindahkan ke Nusakambangan

Jaga Stabilitas Lapas, 55 Napi Berbahaya Surabaya Dipindahkan ke Nusakambangan. (Istimewa) - Image

Jaga Stabilitas Lapas, 55 Napi Berbahaya Surabaya Dipindahkan ke Nusakambangan. (Istimewa)

JawaPos.com - Sebanyak 55 narapidana berbahaya atau high-heels riset dari Lapas Kelas I Surabaya, dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Super Maximum Security di Pulau Nusakambangan, Cilacap.

Pemindahan narapidana ke Lapas Nusakambangan dilakukan bertahap. Sebelumnya, pada 27 Juli 2025, Lapas Kelas I Surabaya sudah mengirim 55 narapidana ke Pulau Penjara tersebut.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman mengatakan pemindahan ini bukan tanpa alasan, melainkan demi menjaga keamanan serta kelancaran program pembinaan di dalam lapas.

“Tidak ada toleransi bagi warga binaan yang menimbulkan kerawanan. Pemindahan ini bentuk penindakan tegas sekaligus strategi pengendalian agar pembinaan tetap berjalan efektif,” ujar Sohibur, Jumat (26/9).

Bukan hanya dari Lapas Kelas I Surabaya, 27 narapidana dari sejumlah lapas di bawah Kanwil Ditjenpas Bali juga dipindah ke Lapas Nusakambangan. Dengan begitu, total ada 82 napi dalam pemindahan kedua tahun ini. 

“Pemindahan ini berdasarkan hasil asesmen mendalam. Kami berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan sebagaimana mestinya,” imbuhnya.

Sohibur menyebut narapidana-narapidana yang dipindahkan berasal dari kasus berbeda. Mulai dari narkoba, pembunuhan, pencurian, perampokan, hingga tindak kriminal lainnya yang berpotensi mengganggu stabilitas lapas asal.

Pemindahan narapidana ini juga bagian dari tindak lanjut arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Rombongan narapidana high risk yang dipindah ke Nusakambangan mendapat pengawalan ketat.

Sebanyak 15 personel Gegana Satbrimob Polda Jatim, 2 anggota Patwal PJR Polda Jatim, jajaran Direktorat Pengamanan dan Intelijen, serta petugas Lapas Kelas I Surabaya ikut mengamankan jalannya pemindahan.

“Kami berharap ketika para narapidana high risk ini kembali ke masyarakat, mereka bisa membawa perubahan positif, baik dalam perbuatan, sikap, maupun perilaku,” tukas Sohibur Rachman. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore