
Miris, Dua Anak di Surabaya Putus Sekolah demi Rawat Ayah Lumpuh tapi Malah Disiksa. (Istimewa)
JawaPos.com - Dua kakak beradik di Surabaya, B, laki-laki, 7 tahun dan A, perempuan, 4 tahun, terpaksa putus sekolah demi merawat ayahnya yang lumpuh, namun mereka justru mengalami kekerasan dari sang ayah, BS, 60 tahun.
Hal ini dibenarkan oleh Camat Tenggilis, Wawan Widarto membenarkan. Kakak beradik tersebut sudah satu tahun tidak sekolah. Mereka dan sang ayah tinggal di Kutisari Selatan, Tenggilis Mejoyo, Surabaya.
BS mengalami lumpuh di kedua kakinya selama setahun terakhir. Sebelum lumpuh, BS diketahui bekerja di usaha katering. BS memiliki 3 anak. Anak pertama berinisial BE, anak kedua berinisial B, dan anak ketiga berinisial A.
"Sebenarnya kan target kita ini untuk menyelamatkan anaknya, supaya bisa mendapatkan pengasuhan yang sebaik-baiknya, termasuk juga hak sekolah kan gitu ya," ujar Wawan, Sabtu (13/9).
Mendapat laporan adanya dua anak kakak beradik menjadi korban kekerasan sang ayah, hingga mata mereka berdarah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun segera melakukan evakuasi.
Setelah berhasil dievakuasi Kamis (11/9) lalu, BS langsung dilarikan ke Rumah Sakit Menur Surabaya untuk mendapatkan perawatan. Ia diduga menderita komplikasi penyakit selain kelumpuhan akibat terjatuh di kamar mandi.
"Ini kami juga berkoordinasi dengan pihak DP3APPKB, Dinas Sosial, anak-anak ini (B dan A) sudah nanti insyaAllah diamankan di LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak)," imbuhnya.
Selama ini, Pemkot Surabaya berupaya memberikan akses bantuan kepada BS dan anak-anaknya. Namun, BS tak berkenan anak-anaknya diasuh pihak lain dan kekeuh ingin merawat B dan A.
"Anaknya yang pertama (BE) itu sempat kita akseskan untuk dapat apa ya KTP, kemudian juga nanti kita kejar paket kan karena sudah usia 17. Jadi nggak benar kalau memang itu ya yang dimaksud bantuan itu apa," ujar Wawan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tenggilis, dokter Heni Agustina mengatakan dari pantauan kesehatan, pihaknya mendapati kondisi mata B lebam dan luka, namun saat ditanya dia berdalih terjatuh.
BS pun akhirnya mengakui bahwa dirinya telah memukul anak-anaknya dengan rotan. Alasannya karena emosi. Rotan tersebut lalu terkena mata kedua B dan A hingga merah.
"Tapi kalau misalnya dilempar dari jarak jauh kan nggak mungkin seperti itu ya (mata B dan A memerah). Mungkin melemparnya atau memukulnya dari jarak dekat itu," tutur Heni Agustina.
Benar saja, berdasarkan pemeriksaan, BS tidak hanya menderita kelumpuhan di kedua kakinya pasca jatuh dari kamar mandi, tetapi juga menderita hipertensi, diabetes, dan gangguan ginjal. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Hasil Piala Presiden: Persebaya Surabaya vs Arema FC 1-0, Yuran Fernandes Gacor!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
