
Nilai gizi dalam program Makan Bergizi Gratis di SMP Islam Manbaul Ulum, Jumat (12/9/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Suasana SMP Islam Manbaul Ulum di Kebomas, Gresik, kini semakin hidup setiap pagi. Siswa datang dengan wajah ceria, langkah ringan, dan semangat baru untuk memulai pelajaran.
Bukan hanya karena dorongan guru, tetapi juga hadirnya perhatian pemerintah melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menjadi penyemangat tambahan bagi anak-anak untuk belajar dengan lebih fokus dan gembira.
Sejak mulai digulirkan Agustus lalu, MBG langsung terasa dampaknya bagi keseharian siswa. Menu sederhana namun seimbang, terdiri dari makanan pokok, sayur, buah, hingga susu, membuat anak-anak merasa lebih diperhatikan.
Arif Prianto menjelaskan bagaimana MBG bisa bermanfaat kepada siswa SMP Islam Manbaul Ulum, Jumat (12/9/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
Arif Prianto, Guru BK SMP Islam Manbaul Ulum, mengaku melihat perubahan positif pada anak didiknya. Menurut dia, komunikasi antara guru dan siswa jadi lebih nyaman, apalagi ketika siswa berbagi cerita tentang menu harian MBG.
“Sampai sejauh ini yang mereka dapat itu, ya, mereka menikmati, Mereka lebih senang kalau ada susunya,” ungkap Arif kepada JawaPos.com, Jumat (12/9).
Dia berharap program ini terus berlanjut karena mayoritas orang tua siswa sibuk bekerja, bahkan ada yang hidup bersama kakek-neneknya.
“Ya harapannya saya tetap berlanjut (program MBG). Tetap berlanjut, sekaligus ini membantu anak-anak kami yang mayoritas kedua orang tuanya sibuk kerja,” jelas Arif.
“Mereka juga bukan kategori orang tua yang mampu, bahkan ada beberapa anak kami itu yang memang tidak tinggal dengan orang tuanya, dengan kakek dan neneknya, ada beberapa kondisi anak-anak seperti itu.”
Toriq Hanan Maulana dan Nabilatul Karimah menceritakan pengalaman seru terkait program Makan Bergizi Gratis di SMP Islam Manbaul Ulum, Jumat (12/9/2025). (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
Nabilatul Karimah, salah satu siswi dari kelas 9C, sangat antusias. Ia senang karena sekolah tidak hanya memberi makan gratis, tetapi juga melibatkan ahli gizi untuk memastikan kebutuhan nutrisi siswa terpenuhi.
“Terus juga ada informasi dari ahli gizi itu memberi tahu kalau semisal bakalan ada MBG, terus kayak ditanyain kalau anaknya itu ada alergi atau enggak,” jelas Nabilatul.
Dia bercerita, kelasnya bahkan bisa mengajukan menu favorit dengan cara menulis di kertas dan memasukkannya ke wadah khusus. “Kalau aku sih ayam geprek sih, soalnya juga kelasku yang request. Iya, bisa request,” jelas Nabilatul.
“(Kalau kita mau request menu) nulis, taruh di kertas, terus taruh di tempatnya itu (ompreng).”
Menu ayam geprek menjadi pilihannya bersama teman sekelas. Ia mengaku senang karena selain lebih sehat, program MBG membuat uang jajannya bisa lebih hemat setiap hari. "Iya berdampak positif. Berdampak positif banget sih, jadinya juga nggak ngeluarin uang banyak juga kan buat beli jajan gitu,” ungkap Nabilatul.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
