Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 16.40 WIB

7 Warung Rusak Imbas Kerusuhan Polsek Tegalsari, Pemkot Surabaya Ganti Rugi dan Sediakan Lapak di SWK

Potret Markas Polsek Tegalsari pasca terbakar pada Sabtu (30/8). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut ada tujuh warung di sekitar Markas Polsek Tegalsari, Jalan Basuki Rahmat, mengalami kerusakan, akibat kerusuhan yang terjadi pada Sabtu malam (30/8). 

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pun tidak tinggal diam. Eri Cahyadi memastikan pihaknya memberikan bantuan kepada pedagang warung yang terdampak. Nilainya sesuai dengan kegiatan masing-masing.

"Tujuh warung itu macam-macam ya, ada yang (dapat bantuan) Rp 5 juta, Rp 7 juta. Jadi kita data, kalau ada yang milik warga yang rusak, seperti warung kebakar kemarin, Pemerintah turun untuk mengganti itu," ujar Eri, Kamis (4/9).

Adapun tujuh orang pedagang yang terdampak ini menjual berbagai jenis makanan dan minuman, mulai dari warung kopi (warkop), Nasi Padang, Rujak Cingur, Penyetan, Chinese Food dan sebagainya. 

Selain bantuan modal, tujuh pedagang yang warungnya terbakar diberikan tempat usaha sementara di Sentra Wisata Kuliner (SWK). Tak hanya ikut terbakar, barang-barang para pedagang juga dijarah oleh oknum. 

“Ini warga Surabaya, kita lihat beliau-beliau ini membuka warung untuk menyambung hidup, Ternyata, pas kejadian (warung) mereka dibakar semua, tetapi sebelum dibakar, barangnya diambil semua, ini sudah tidak benar," imbuhnya.

Wali Kota Eri menyebut para pedagang yang terdampak kerusuhan, akan diberi lapak di SWK Kecamatan Tegalsari, sehingga masih berdekatan dengan tempat tinggal para pedagang. 

“Nanti akan dikawal oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya sehingga beliau bisa berjualan kembali, menggerakkan ekonomi (keluarga)," ujar Eri.

Pasca kerusuhan tersebut, Eri mengajak seluruh warga Surabaya untuk bersatu menjaga kota. Tidak hanya itu, ia juga memberikan semangat kepada warga Surabaya untuk tidak takut beraktivitas kembali seperti biasa. 

“Saya berharap kepada Arek Surabaya, yang jualan, ayo jualan lagi, yang mau cangkruk (nongkrong) ya cangkruk lagi, yang bekerja ya tetap bekerja lagi. Insyaallah Surabaya kondusif, ayo dijaga guyub rukunnya," seru Eri.

Sementara itu, salah satu pedagang yang terdampak kerusuhan di sekitar Polsek Tegalsari, Yuniati, 54 tahun. Saat insiden terjadi, sekitar pukul 23.00 WIB, warung kopi dan makanan penyetan miliknya masih buka.

Namun, karena kondisi yang tidak kondusif, warkop miliknya diminta tutup. “Nggak ngerti kalau sampai dibakar, kalau tahu pasti saya bawa pulang barang-barangnya. Padahal waktu itu habis kulak barang dagangan,” tukas Yuni

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore