
9.299 warga mengucapkan ikrar
JawaPos.com - Ribuan warga Surabaya tumpah ruah di Tugu Pahlawan, Kamis (4/9). Dengan lantang, sebanyak 9.299 warga mengucapkan ikrar 'Jogo Suroboyo', sebagai respons atas gangguan keamanan yang terjadi sepekan terakhir.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa ikrar ini bukan sekadar ucapan, melainkan komitmen nyata untuk menjaga keamanan. Arek Suroboyo tidak boleh gentar melawan perbuatan anarkis.
“Surabaya adalah kota pahlawan. Kota yang dipertahankan oleh pejuang dari penjajah. Surabaya dipertahankan oleh darah-darah pejuang, maka, darahnya anak-anak Surabaya adalah darah pejuang," tutur Eri, Kamis (4/9).
Ia kembali mengingatkan, Kota Surabaya adalah milik seluruh warganya, bukan hanya milik wali kota atau segelintir orang. Oleh karenanya, semua elemen masyarakat harus bergerak bersama untuk menjaga keamanan kotanya.
Secara khusus, Eri Cahyadi mengapresiasi keberanian warga warga Wonokromo dan Bubutan, yang secara swadaya menjaga keamanan di wilayah mereka saat terjadi kerusuhan.
“Saya matur nuwun untuk warga Wonokromo yang kemarin ketika terjadi anarkistis, mereka mempertahankan Wonokromo dengan perjuangan yang luar biasa. Warga Bubutan juga," imbuhnya.
Eri Cahyadi menilai kerusuhan tiga hari di Surabaya, 29 - 31 September 2025, sebagai pengingat agar warga saling bergandengan melawan anarkis. Mau menyingkirkan ego serta kesombongan demi menjaga Surabaya.
"Mungkin Surabaya hari ini kita terlalu banyak ego, mungkin ada yang merasa sempurna, merasa paling hebat, tetapi hari ini, kita diingatkan Tuhan bahwa rasa-rasa itu harus dihilangkan," ucap Eri.
Sebagai informasi, kegiatan pengucapan Ikrar 'Jogo Suroboyo' diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat, di antaranya Karang Taruna, Pemuda Pusura, Cak Ning, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas.
Kemudian Pemuda Pancasila, Pramuka, Madura Asli (Madas), Muhammadiyah, PCNU, Gojek dan Ketua Satgas Kampung Pancasila RW, serta dari unsur masyarakat lainnya.
Adapun ikrar yang diucapkan oleh warga Kota Surabaya adalah:
1. Menjaga Surabaya tetap aman dan rukun dalam kebersamaan.
2. Menguatkan kota Surabaya sebagai jati diri warga kota dan masa depan Surabaya.
3. Menyampaikan aspirasi dengan kritis dan tidak mudah terprovokasi.
4. Menolak segala dalam bentuk kekerasan dan anarkistis.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Hasil Piala Presiden: Persib Bandung vs Persebaya Surabaya 1-1, Lanjut ke Extra Time!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Senpi hingga Narkoba di Sekolah Swasta di Jaksel Ternyata Milik Eks Ketua Yayasan
