
Kerusakan fasilitas umum imbas kerusuhan usai demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (29/8) lalu. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Bukan hanya Gedung Negara Grahadi Surabaya, kerusuhan yang terjadi menyusul aksi demonstrasi di sejumlah daerah di Jawa Timur juga membuat rusak fasilitas gedung, aset kepolisian, hingga infrastruktur jalan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur, Nyono, mengatakan bahwa sejumlah rambu lalu lintas, lampu peringatan, hingga perangkat pengatur lalu lintas tidak luput menjadi sasaran amuk massa dalam demonstrasi sepekan terakhir.
"Kalau rambu-rambu lalu lintas, kita inventarisasi dulu. Kemarin memang di Grahadi ada beberapa yang rusak. Kita sudah laporkan ke Pak Sekda (Adhy Karyono)," ujar Nyono di kantor Dishub, Rabu (3/9).
Namun, untuk kerusakan infrastruktur di daerah, pihaknya akan melakukan inventarisasi terlebih dahulu. Kalau memungkinkan, Dishub akan menanganinya dengan PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) tahun ini.
Menurut Nyono, rambu lalu lintas, traffic light, dan warning light merupakan fasilitas vital yang tidak bisa ditunda perbaikannya. Sebab, menyangkut keselamatan pengguna jalan dan risiko kecelakaan lalu lintas.
“Urgensi dari rambu itu dipakai oleh pengguna jalan. Kalau kita tidak segera tangani, terutama rambu-rambu lalu lintas, traffic light, warning light, itu akan berpotensi (bahaya) terhadap keselamatan,” imbuhnya.
Dishub Jatim saat ini tengah memetakan mana infrastruktur jalan yang paling mendesak untuk segera direhabilitasi. Dari pendataan awal di sekitar Gedung Negara Grahadi, tercatat ada sejumlah fasilitas yang rusak.
“Kalau di Grahadi kemarin, beberapa waterbunny head dibakar. Itu ada sekitar 20. Tidak banyak kalau di Grahadi. Terus portable traffic light yang pakai solar cell itu, yang didorong itu juga dihancurin," terang Nyono.
Kemudian ada beberapa pitching lampu penanganan jalan yang juga hancur saat kerusuhan Jumat (29/8)-Minggu (31/8). Setelah selesai memetakan, pihaknya akan bergegas memperbaiki berdasarkan urgensi.
Ketika ditanya terkait kisaran kerugian yang dialami Pemprov Jawa Timur pasca kerusuhan, Nyono belum bisa menyebutkan pasti nominalnya. Sebab, pendataan dan perhitungan masih berlangsung.
Tak lupa, Nyono mengimbau warga Jatim untuk agar waspada saat melintasi jalur-jalur yang terdampak kerusuhan.
Ia menekankan pentingnya kehati-hatian karena sejumlah rambu lalu lintas belum sepenuhnya normal.
“Tetap waspada dan berhati-hati, kendalikan kecepatan, terutama di posisi-posisi kemarin yang mengalami demo-demo ya. Karena ada beberapa fasilitas terdampak kerusakan. Jangan grusa-grusu (asal-asalan) ya,” tukas Nyono.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
