
Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat. (Istimewa)
JawaPos.com - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, Provinsi Jawa Timur mendapatkan penilaian ranking 1 dalam hal menjaga lingkungan hidup dan mengelola sampah di wilayahnya dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
"Kehadiran saya di sini memberikan endorsement atas prestasi hasil kerja Provinsi Jawa Timur dalam menjaga lingkungan dan mengelola sampah, agar bisa diikuti daerah provinsi lainnya," kata Menteri Jumhur saat mengunjungi lokasi Program Adiwiyata dan SIKAP SMAN 1 Gresik, Jawa Timur, Rabu (15/7).
Menurut Menteri Jumhur, kunjungan kerja Menteri LH ke Jawa Timur dilakukan dalam rangka mengapresiasi langkah Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Timur menjaga lingkungan hidup dan mengelola sampah sehingga mendapatkan penilaian ranking 1 oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Menteri Jumhur mengatakan, apa yang sudah dilakukan Pemprov Jawa Timur ini memberikan contoh baik bagi seluruh masyarakat Indonesia.
"Ini menjadi contoh baik bagi provinsi lain agar tidak abai dan bisa memperbaiki diri dalam hal menjaga lingkungan dan mengelola sampah di wilayahnya," kata Menteri Jumhur.
Selain itu, dalam kunjungan kerja ke Jawa Timur, Menteri LH Moh Jumhur Hidayat menyempatan diri mengunjungi sekolah berprestasi yang berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata dari KLH.
"KLH ada program bernama Adiwiyata yakni memberikan penilaian terhadap sekolah yang peduli dan mengedukasi menjaga lingkungan hidup dengan baik. Kriteria penilaian yang dilakukan KLH adalah apa yang dilakukan sekolah dalam mengedukasi soal lingkungan dilakukan secara mandiri. Sehingga sekolah inilah yang terpilih sebagai sekolah yang terbaik di Indonesia dan layak mendapatkan Adiwiyata Mandiri," jelas Menteri Jumhur.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa mengatakan, SMAN 1 Gresik berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri di bidang lingkungan hidup karena sukses mengembangkan sikap inisiatif peduli terhadap lingkungan hidup.
Selain itu, sekolah ini juga berhasil mengembangkan potensi dalam rangka mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Yakni, dengan lahan dan fasilitas yang terbatas, sekolah ini mampu mengajarkan para siswa untuk melaksanakan pilot project bercocok tanam dan peternakan. Hasil dari aktivitas ini berjalan hingga hilirisasinya, di mana ada produk-produk yang dihasilkan bisa dimasak atau dikemas dalam bentuk makanan frozen,
"Ketika kita bercerita tentang ketahanan pangan, selama ini perspektif masyarakat harus dengan hamparan wilayah yang luas tapi ternyata kita bisa melakukan itu di lahan yang terbatas," kata Khofifah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Kronologi Kecelakaan Maut BYD M6 di Kembangan Jakbar, Ibu dan Anak Meninggal di TKP
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Bournemouth vs Lincoln City di Carabao Cup: The Cherries Menang Lewat Adu Penalti
Kasus Keracunan MBG Berastagi Sisakan Masalah Serius, Siswa Alami Gangguan Saraf hingga Jantung
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor AEK Athens vs LASK Linz di Liga Champions: Tuan Rumah Pesta Gol!
Raditya Dika Gagal Pulang ke Indonesia, Pesawat dari Doha Putar Balik Usai 4 Jam di Udara
