
Kepala Departemen Teknik Lingkungan FT-SPK ITS Susi Agustina Wilujeng memaparkan prinsip 9R dalam ekonomi sirkular dalam mengurangi limbah. (Istimewa)
JawaPos.com-Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengambil langkah strategis untuk mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah berbasis model ekonomi sirkular.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim Nurkholis mengatakan, kebijakan ekonomi sirkular bukan hanya tentang kebersihan. Namun, uoaya menciptakan ekosistem ekonomi baru yang berkelanjutan, yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat rumah tangga hingga industri besar.
''Beberapa langkah konkret yang akan dan telah kita jalankan, yakni memperkuat Gerakan Bank Sampah dan TPS 3R di setiap desa/kelurahan. Sebab, hal ini merupakaan ujung tombak dimana sampah dipilah dan memiliki nilai jual sejak dari sumbernya,'' ujarnya dalam Circular Economy Forum 2025 di Surabaya.
Pemerintah Provinsi/Kab/Kota di Jawa Timur, lanjut dia, berupaya untuk mengedepankan pengurangan sampah dari sumbernya, mengingat jenis karakteristik sampah sebanyak 60,94 persen merupakan sampah organik. Limbah tersebut dapat dijadikan pupuk kompos sebagai bahan perbaikan kualitas media tanam. Sedangkan, 38,06 persen merupakan sampah an-organik yang dikelola melalui 3 R (reduce, reuse, recycle).
Di Jawa Timur sebanyak 5170 unit bank sampah. Kemudian, program inovasi Desa Berseri sebanyak 1.126 desa pe kelurahan serta TPST 3R sebanyak 223 unit.
''Kami juga mendorong inovasi dan kewirausahaan hijau dengan memberikan dukungan permodalan, pelatihan, dan pemasaran bagi para pelaku usaha daur ulang (recycler). Kamijuga mendorong industri untuk menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR) atau Tanggung Jawab Produsen yang diperluas sesuai Permen LHK No. 75 Tahun 2019,'' paparnya.
Dengan ketentuan tersebut, berarti produsen ikut bertanggung jawab atas kemasan produknya pasca-konsumsi, baik melalui program take-back, daur ulang, atau redesign kemasan yang lebih ramah lingkungan.
Salah satu implementasinya adalah pendirian PT Amandina Bumi Nusantara (Amandina). Pabrik daur ulang botol PET bekerja sama dengan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia dan Dynapack Asia. Keduanya membentuk ekosistem daur ulang yang terintegrasi dalam kerangka ekonomi sirkular.
Amandina memproduksi resin daur ulang (rPET) dari botol PET pasca-konsumsi. Kemudian, produk tersebut dibuat menjadi botol PET baru. ''Sejak 2023, botol PET sebanyak 118.620 lebih telah dikumpulkan secara bertanggung jawab bersama mitra strategis,'' terangnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
