
Sidang isbat nikah massal 2025 yang digelar di Surabaya diikuti 285 pasangan calon pengantin. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kementerian Agama dan Pengadilan Agama Surabaya akan menggelar Isbat Nikah Massal pada Rabu (27/8). Kegiatan ini diikuti oleh 285 pasangan.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengatakan bahwa acara ini adalah puncak dari proses panjang yang telah dimulai sejak Juni 2025.
"Proses pendaftaran dibuka 21 Juni - 21 Juli 2025. Setelahnya, kami melakukan verifikasi berkas hingga 1 Agustus 2025. Ada 328 calon pengantin yang mendaftar, 285 pasangan dinyatakan lolos," ujar Eddy, Selasa (26/8).
Dari keseluruhan pasangan yang mendaftar, 279 pasangan telah menikah siri dan akan mengikuti isbat nikah, sementara 6 pasangan lainnya akan melangsungkan pernikahan baru. Isbat nikah massal digelar di Ballroom The Empire Palace.
Mereka telah melewati berbagai tahap, termasuk pembekalan calon pengantin oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya.
“Kejaksaan Negeri Surabaya juga memberikan pembekalan yang menekankan pentingnya kepastian hukum bagi anak terkait akta kelahiran, dan bagi perempuan agar pernikahan tercatat sah oleh negara,” tambahnya.
Acara isbat nikah massal tahun ini, lanjut Eddy akan memiliki sentuhan unik. Para pengantin dibebaskan menggunakan pakaian pengantin berwarna-warni, mencerminkan keragaman Kota Surabaya.
"Pakaiannya bebas sesuai dengan yang dimiliki oleh Make Up Artist (MUA). Ada yang kuning, hijau, biru, merah, tidak masalah. Ini adalah dalam satu kesatuan Kota Surabaya yang berwarna-warni," ucap Eddy.
Tidak kalah menarik, enam pasangan pengantin baru akan dinikahkan dengan saksi-saksi istimewa, termasuk Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Dirjen Dukcapil, Ketua Pengadilan Agama, Ketua Pengadilan Tinggi, Kajari, hingga Forkopimda.
“Di tahun ini, pasangan tertua berusia 65 tahun (pria) dan 63 tahun (wanita), serta pasangan tunanetra berusia sekitar 40 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen tidak mengenal batas usia maupun fisik,” terangnya.
285 pasangan peserta isbat nikah akan menerima sejumlah dokumen penting, seperti surat keputusan pengadilan agama, buku nikah, serta dokumen kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), dan Akta Perkawinan.
"Kami ingin di Surabaya sudah tidak ada lagi pernikahan siri. Karena biaya pernikahan di KUA itu gratis. Kalau di luar KUA, biayanya Rp 600.000. Artinya, pernikahan yang dicatatkan negara itu terjangkau dan mudah," tukas Eddy Christijanto.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
