Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Agustus 2025 | 22.24 WIB

Pesan Eri Cahyadi di HUT ke-80 RI: Surabaya Harus Merdeka dari Kemiskinan dan Putus Sekolah

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan tidak ada kenaikan PBB P2. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan tidak ada kenaikan PBB P2. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Balai Kota Surabaya berjalan hikmat, Minggu (17/8). Dalam momen ini, Wali Kota Eri Cahyadi mengajak masyarakat untuk merdeka dari kemiskinan dan putus sekolah. 

"Ulang tahun yang ke-80 ini menunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Kota Surabaya harus betul-betul merdeka. Merdeka dari kemiskinan, merdeka dari putus sekolah, merdeka dari stunting," ujar Eri, Minggu (17/8).

Selagi itu masih ada, lanjut Wali Kota Eri Cahyadi, maka sejatinya Surabaya belum benar-benar merdeka. Ia mendorong para pemuda Surabaya untuk berperan aktif melalui program Kampung Pancasila.

"Di mana teringat peristiwa Rengasdengklok, bagaimana para pemuda menguatkan para pemimpinnya, menguatkan seniornya untuk memproklamasikan kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945," imbuhnya. 

Sebagai informasi, upacara HUT ke-80 RI di Halaman Balai Kota Surabaya diikuti oleh sekitar 3.115 peserta, meliputi pasukan pengibar bendera pusaka (paskibra), forkopimda, dan warga Surabaya. 

Dalam momen penuh hikmat ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan istrinya, Rini Indriyani, tampil kompak dengan baju adat khas Minang. Pemilihan baju adat tersebut bukan tanpa alasan. 

Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa setiap momentum HUT RI, ia bersama jajarannya akan berganti-ganti baju adat sebagai simbol keberagaman yang ada di Kota Pahlawan. 

"Kalau ulang tahun Surabaya saya pasti pakai (pakaian) Cak Suroboyo. Tapi ketika kemerdekaan, maka ketika merebut kemerdekaan itu bukan hanya orang Surabaya, tapi semua suku ikut bertempur," seru Eri. 

Oleh karena itu, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman, Wali Kota Eri menegaskan bahwa setiap tahun pada peringatan 17 Agustus, ia akan mengenakan pakaian adat berbeda. 

"Maka setiap 17 Agustus, kami akan berganti-ganti baju adat sesuai dengan suku yang ada di Surabaya,” tukasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore