Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Agustus 2025 | 00.44 WIB

Tak Ada Murid Kabur, Sekolah Rakyat Surabaya Justru Kekurangan Guru Agama Kristen

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Surabaya, Prapti Wardani memastikan tak ada murid yang kabur atau mengundurkan diri, Kamis (14/8). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas XXI Surabaya, Prapti Wardani memastikan tak ada murid yang kabur atau mengundurkan diri, Kamis (14/8). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Tepat satu bulan Sekolah Rakyat berjalan, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) XXI Surabaya, Prapti Wardani memastikan tidak ada murid yang mundur maupun kabur.

"Alhamdulillah di sini ndak ada (yang kabur), mudah-mudahan tidak ada yang mundur," tutur Prapti ketika ditemui JawaPos.com di Asrama siswa SRMA XXI di Kampus Lidah Wetan Universitas Negeri Surabaya, Kamis (14/8).

Sebagai informasi, 63 Sekolah Rakyat resmi diluncurkan serentak pada Senin (14/7). Salah satunya SRMA XXI Surabaya yang memiliki 100 murid pada angkatan pertamanya. Mereka berasal dari desil 1 keluarga miskin.

Di SRMA XXI Surabaya, lanjut Prapti, keamanannya cukup ketat sehingga tidak ada murid yang kabur. "Di sini ketat, ada security dari Unesa, SR juga ada security, jadi berlapis," sambungnya.

Meskipun tidak ada murid yang mundur, Prapti mengatakan bahwa beberapa murid SRMA XXI Surabaya mengalami kesulitan beradaptasi. Bahkan pada minggu-minggu pertama, tidak sedikit yang minta ketemu keluarga.

"Minggu pertama berat ya, mereka (murid Sekolah Rakyat) mengalami homesick, karena adaptasi yang tadinya tidak asrama (sekarang tinggal di asrama Sekolah Rakyat)," ucap Prapti Wardani.

Menangani hal tersebut, pihak sekolah aktif memberikan pendampingan, termasuk mendatangkan konselor dari puskesmas terdekat. Hingga kini, kegiatan konseling murid telah berjalan tiga kali.

Sementata terkait tenaga pendidik, Prapti juga menyampaikan bahwa susunan guru di SRMA XXI Surabaya sudah cukup lengkap dan tidak ada yang mengundurkan diri. Hanya saja, mereka kekurangan guru agama Kristen.

"Yang kekurangan, saya sudah mengajukan, ya, menunggu acc saja. Mengajukannya langsung ke Menteri Sosial, ada fasilitas di grup (sosial media WhatsApp) untuk membuat surat permohonan," tukas Prapti. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore