Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 02.01 WIB

Alasan Pemkot Surabaya Bongkar JPO Siola di Jalan Tunjungan, Demi Keselamatan Pengguna Jalan

Kondisi Jalan Tunjungan Surabaya usai JPO Siola Dibongkar. penkot Surabaya sebut alasannya terkait keselamatan. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Kondisi Jalan Tunjungan Surabaya usai JPO Siola Dibongkar. penkot Surabaya sebut alasannya terkait keselamatan. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati membeberkan alasan pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siola di Jalan Tunjungan Surabaya. Pembongkaran itu disebut terkait dengan keselamatan pengguna jalan.

Belakangan ini, wajah baru kawasan Wisata Tunjungan Romansa menarik perhatian warga Surabaya.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah hilangnya JPO Siola, yang membuat kawasan itu terlihat lebih luas dan berbeda. 

Wiwiek mengatakan bahwa pembongkaran JPO Siola bukan keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Mengingat jembatan ini sudah berdiri sejak 1987 dan membutuhkan peremajaan karena kondisinya yang sudah rapuh. 

Pada awal 2025, tim independen melakukan kajian menyeluruh setelah ditemukan beberapa bagian jembatan yang runtuh.

Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa bentangan jembatan sudah rapuh dan tidak aman, teryutama bagi pengguna jalan di bawahnya.

“Berdasarkan kajian dari tim independen, jembatan itu memang sudah ada yang rapuh. Karenanya, harus segera diselamatkan, harus dilakukan pembongkaran dan nanti akan dibangun kembali," ujar Wiwiek, Minggu (10/8).

Kendati demikian, Wiwiek meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Sebab, Pemkot Surabaya dalam waktu dekat akan membangun jembatan penyeberangan baru, dengan konsep terbuka dan lebih modern. 

Guna mempercepat proses pembangunan, Pemkot Surabaya berencana menggandeng investor melalui program CSR.

"Nanti kita akan tawarkan. Siapa yang mau CSR untuk membangun jembatan itu," imbuhnya.

Pemkot Surabaya menargetkan proyek pembangunan JPO baru di Jalan Tunjungan dapat selesai pada Desember 2025, sehingga bisa digunakan masyarakat umum pada awal tahun 2026. 

Terkait konsep JPO baru, Wiwiek menyatakan bahwa fungsinya tetap sebagai jembatan penyeberangan. Namun, desainnya akan dibuat lebih estetik dan terbuka agar dapat menjadi spot baru untuk berswafoto.

"Fungsinya tetap sama sebagai jembatan penyeberangan orang, menghubungkan wisatawan Tunjungan Romansa dari Siola menuju Jalan Tanjung Anom, tetapi dibuat menonjol estetikanya," imbuh Wiwiek.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore