
Petugas Pemkot Surabaya menunda penandaan bangunan terdampak normalisasi Sungai Kalianak karena ada penolakan warga. (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com-Normalisasi Sungai Kalianak tahap kedua, yang sedang dikerjakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, mengalami kendala. Sejumlah warga di Tambak Asri menolak rumahnya diberi tanda.
Camat Krembangan Harun Ismail mengatakan, pada tahap kedua, pihaknya seharusnya memberikan tanda pada bangunan terdampak di wilayah RT 33/ RW 6 dan RT 9/ RW 6. Namun terjadi penolakan pada warga RT 9.
"Di RT 9 ini ternyata ada penolakan dari warga yang meminta penundaan. Jadi tidak mungkin kami paksakan agar tidak terjadi konflik. Sementara kami tunda untuk pengukuran dan penandaannya," ujar Harun, Jumat (8/8).
Sementara di RT 33 tidak terjadi penolakan. Camat Harun menyebut sebanyak 29 bangunan terdampak di wilayah tersebut telah ditandai. Proses penandaan pun disaksikan para pemilik bangunan.
"Hari kedua penandaan normalisasi Sungai Kalianak kemarin (7/8), sebanyak 29 bangunan di RT 33 telah diukur dan diberi tanda, dengan prosesnya disaksikan oleh para pemilik bangunan," sambung Harun Ismail
Terkait penolakan dari warga RT 9, Harun menyatakan, pihaknya akan membahas penundaan ini lebih lanjut bersama tim normalisasi dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
"Kami rembukan dulu dengan tim normalisasi, sambil kami laporkan kepada bapak Wali Kota (Eri Cahyadi) melalui Pak Asisten I. Kami akan terus meyakinkan warga bahwa protes dapat diterima jika didukung oleh data," terang Harun Ismail.
Normalisasi Sungai Kalianak merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya untuk menanggulangi bencana banjir yang kerap melanda Kecamatan Krembangan dan Asemrowo.
Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Dwi Hargianto menyatakan bahwa normalisasi harus terus berjalan.
"Apabila warga memiliki data valid, kami terbuka untuk beradu data. Jika tidak, kami akan terus melakukan pendekatan persuasif untuk memberi pengertian. Artinya tahap kedua sampai seterusnya harus tetap berjalan," tukas Dwi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
