Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 13.12 WIB

Pengusaha Keluhkan Omzet Turun Akibat Parkir Tunjungan

Parkir tepi jalan umum Jalan Tunjungan yang dikeluhkan masyarakat karena bikin macet. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Parkir tepi jalan umum Jalan Tunjungan yang dikeluhkan masyarakat karena bikin macet. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Tasha dan Diva, dua pengunjung Tunjungan asal Sidoarjo, terlihat bersantai di jalur pedestrian. Setelah penataan parkir ditegakkan, mereka memang lebih menikmati. “Nggak sumpek, bengong juga lebih leluasa, tapi parkirnya memang jadi susah sekarang,” jawab Tasha.

Di balik kelancaran dan kerapian Jalan Tunjungan, para pebisnis makanan dan minuman mulai berteriak. Dampak dari penataan parkir ternyata menurunkan omzet penjualan. Brawijaya, pemilik salah satu tenant, mengaku omzetnya turun sampai 30 persen di hari kerja. “Kalau weekend lebih parah, bisa sampai 40-50 persen,” tuturnya kemarin.

Hal itu tak hanya dirasakan pemilik Zerogram tersebut. Pekan lalu, para pemilik melaporkan penurunan omzet yang beragam. Rata-rata mencapai 35 persen. “Tapi ada lho yang sampai 90 persen,” katanya. Jika kondisi ini terus berlanjut, pihak pengelola sudah mulai memperhitungkan potensi efisiensi pegawai. “Berat kalau harus menambah jumlah PHK, tapi bagaimana lagi kondisinya begini,” tegasnya.

Brawijaya mengatakan, selama ini pengunjung sudah dimudahkan dengan akses parkir yang tersebar. Jadi mereka merasa nyaman datang ke Tunjungan. “Sekarang ga boleh parkir sedangkan kantong parkirnya ga sebanyak kebutuhannya. Kecuali, transumnya sudah terkoneksi mungkin ceritanya beda ya,” imbuhnya.

Ia mengatakan, kalau memang kebijakan parkir ini akan berlanjut, seharusnya ada komunikasi dengan pengusaha. “Penambahan kantong parkir harus jelas, kalau perlu ada shuttle juga yang menjemput dari kantong parkir ke area tenant,” tegasnya.

Manager Operational Aiola Tunjungan Arjun Akbar Atmadja turut mengamini adanya penurunan omzet. Walau lokasi tenantnya cukup dekat dengan salah satu kantong parkir, tetapi penurunan tetap terasa hingga 50-60 persen di hari kerja dan 20-30 persen di akhir pekan.

“Salah satu masalah kami adalah edukasi untuk wisatawan luar kota,” jawabnya. Arjun mengatakan, mayoritas tamu mereka berasal dari luar Surabaya sehingga tak terpapar informasi penataan parkir. Banyak dari mereka yang justru urung datang karena tidak tahu perubahan ini. “Akhirnya kami juga edukasi lewat media sosial kami supaya sampai ke tamu luar kota,” jawabnya.

Pihaknya juga menambah jam operasional demi mengejar target transaksi. Ia membuka restoran lebih pagi di hari kerja dan menutup restoran lebih malam di akhir pekan. “Kalau nggak gini, transaksinya ya bisa turun banget,” imbuhnya. Menurut Arjun, strategi itu sudah mulai dilakukan oleh beberapa tenant lainnya juga. 

Diketahui, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menargetkan seluruh proses penataan Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) kawasan wisata Tunjungan, termasuk perbaikan trotoar, rampung pada 31 Juli. Upaya ini diharapkan membuat Jalan Tunjungan lebih nyaman dan bebas macet.

"Apabila masyarakat senang, tidak ada macet dan tidak mengganggu lalu lintas, kenapa tidak kita teruskan lagi?" ujar Eri, Selasa (29/7).

Menurut dia, kondisi Jalan Tunjungan saat ini telah jauh berubah dibanding beberapa tahun lalu. Kawasan tersebut kini dikenal sebagai salah satu jujugan wisata para anak muda ketika berkunjung ke Kota Pahlawan.

Hal ini turut mendorong peningkatan omzet para pelaku usaha di sepanjang Jalan Tunjungan. Namun di sisi lain, ramainya kawasan tersebut menimbulkan kemacetan akibat kendaraan yang parkir di tepi Jalan.

"Kalau ternyata (parkir TJU) menimbulkan macet, orang tidak bisa lewat, ya kita hilangkan saja. Nanti Dinas Perhubungan (Dishub) yang melakukan evaluasi dengan melihat respons masyarakat juga," imbuh Eri.

Wali Kota Eri menyatakan, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan penataan parkir berjalan efektif. Termasuk dengan optimalisasi kantong-kantong parkir yang tersedia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore