
Kereta Cepat Whoosh tiba di Stasiun Halim, Jakarta, Sabtu (5/4/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut positif rencana kereta cepat Jakarta -Surabaya. Menurut dia, proyek pemerintah pusat ini bisa menjadi alternatif transportasi masyarakat dan mendorong mobilitas bisnis.
"Sehingga transportasi (di Surabaya punya) banyak pilihan. Selain penerbangan, ada juga kereta cepat. Itu mempercepat perkembangan ekonomi yang ada di Kota Surabaya," ujar Eri di Surabaya, Rabu (29/7).
Eri mengatakan bahwa banyak pemilik bisnis yang melakukan perjalanan antara Surabaya-Jakarta. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan transportasi yang menunjang pergerakan ekonomi.
"Karena wong (orang) berbisnis di Surabaya-Jakarta itu sudah banyak. Dengan pilihan kereta cepat itu akan mempercepat bisnis, orang banyak pilihan, semoga itu bisa terealisasi," imbuhnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga sudah memasukkan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Namun, dirinya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pusat.
"Sudah masuk (RTRW), jadi masuk nasional dulu, nanti kalau sudah masuk nasional baru kita kembangkan ya. Karena kan dapat RTRW itu kan perbaikannya setiap 5 tahun sekali," terang Wali Kota Eri.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, masih memerlukan studi kelayakan secara menyeluruh.
"Kereta cepat tentunya harus dilakukan feasibility study yang utuh dan komprehensif. Karena ini proyek besar, tentunya akan menggunakan anggaran yang tidak sedikit," ungkap AHY.
AHY menyebut pengembangan kereta cepat tak hanya memperkuat konektivitas antar wilayah, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Kemenko IPK butuh tambahan anggaran guna koordinasi dan teknis lapangan.
Guna mendukung pelaksanaan program tersebut pada tahun anggaran 2026, termasuk program-program prioritas lainnya, AHY menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 200 miliar.
Dengan tambahan itu, total anggaran yang diajukan menjadi sekitar Rp 315,9 miliar dari pagu indikatif sebelumnya yang sebesar Rp 115 miliar. Dia berharap usulan tersebut mendapat dukungan dari DPR maupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Untuk mendukung proyek Kereta Cepat tahun anggaran 2026, termasuk program prioritas, AHY mengusulkan tambahan anggaran Rp 200 miliar. Dengan usulan tersebut, total anggaran mencapai Rp 315,9 miliar dari pagu indikatif sebelumnya Rp 115 miliar.
AHY berharap DPR dan Kementerian Keuangan memberikan dukungan atas pengajuan tersebut. "Itu semua tentunya kami membutuhkan anggaran untuk koordinasi, untuk turun ke lapangan dan berbagai upaya lain," tukas AHY.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
