Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Juli 2025 | 00.25 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Sambut Positif Rencana Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Bisa Dorong Kenaikan Mobilitas Bisnis

Kereta Cepat Whoosh tiba di Stasiun Halim, Jakarta, Sabtu (5/4/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Kereta Cepat Whoosh tiba di Stasiun Halim, Jakarta, Sabtu (5/4/2025). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyambut positif rencana kereta cepat Jakarta -Surabaya. Menurut dia, proyek pemerintah pusat ini bisa menjadi alternatif transportasi masyarakat dan mendorong mobilitas bisnis.

"Sehingga transportasi (di Surabaya punya) banyak pilihan. Selain penerbangan, ada juga kereta cepat. Itu mempercepat perkembangan ekonomi yang ada di Kota Surabaya," ujar Eri di Surabaya, Rabu (29/7).

Eri mengatakan bahwa banyak pemilik bisnis yang melakukan perjalanan antara Surabaya-Jakarta. Oleh karena itu, menurutnya, diperlukan transportasi yang menunjang pergerakan ekonomi.

"Karena wong (orang) berbisnis di Surabaya-Jakarta itu sudah banyak. Dengan pilihan kereta cepat itu akan mempercepat bisnis, orang banyak pilihan, semoga itu bisa terealisasi," imbuhnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga sudah memasukkan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Namun, dirinya masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pusat.

"Sudah masuk (RTRW), jadi masuk nasional dulu, nanti kalau sudah masuk nasional baru kita kembangkan ya. Karena kan dapat RTRW itu kan perbaikannya setiap 5 tahun sekali," terang Wali Kota Eri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, masih memerlukan studi kelayakan secara menyeluruh.

"Kereta cepat tentunya harus dilakukan feasibility study yang utuh dan komprehensif. Karena ini proyek besar, tentunya akan menggunakan anggaran yang tidak sedikit," ungkap AHY.

AHY menyebut pengembangan kereta cepat tak hanya memperkuat konektivitas antar wilayah, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Kemenko IPK butuh tambahan anggaran guna koordinasi dan teknis lapangan.

Guna mendukung pelaksanaan program tersebut pada tahun anggaran 2026, termasuk program-program prioritas lainnya, AHY menyampaikan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 200 miliar.

Dengan tambahan itu, total anggaran yang diajukan menjadi sekitar Rp 315,9 miliar dari pagu indikatif sebelumnya yang sebesar Rp 115 miliar. Dia berharap usulan tersebut mendapat dukungan dari DPR maupun Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Untuk mendukung proyek Kereta Cepat tahun anggaran 2026, termasuk program prioritas, AHY mengusulkan tambahan anggaran Rp 200 miliar. Dengan usulan tersebut, total anggaran mencapai Rp 315,9 miliar dari pagu indikatif sebelumnya Rp 115 miliar.

AHY berharap DPR dan Kementerian Keuangan memberikan dukungan atas pengajuan tersebut. "Itu semua tentunya kami membutuhkan anggaran untuk koordinasi, untuk turun ke lapangan dan berbagai upaya lain," tukas AHY.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore