
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengungkapkan kronologi pembunuhan driver ojol asal Sidoarjo. (Humas Polres Gresik)
JawaPos.com - Nasib tragis dialami perempuan berinisal SAC, 30 tahun, driver ojol asal Sekardangan, Sidoarjo. Ia ditemukan tewas terbungkus kardus dan plastik di Kecamatan Kedamean, Gresik pada Minggu pagi (27/7).
Usut punya usut pelakunya bukan orang asing, melainkan kenalan seprofesinya berinisial SR, 36 tahun. Pelaku berhasil diamankan di kediamannya di Menganti, Gresik pada Senin pagi (28/7).
"Satu orang tersangka sudah kami amankan tadi pagi di sebuah rumah kontrakan di Dusun Bibis, Menganti. Tersangka berinisial SR, 36 tahun," tegas Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Senin (28/7).
AKBP Rovan lantas mengungkap kronologi hingga kejadian tragis tersebut terjadi. Ia menyebut korban dan pelaku telah saling mengenal sejak 2021 karena profesi yang sama, sebagai driver ojol.
Permasalahan bermula pada 2023, ketika SAC menjanjikan SR bahwa dirinya dapat membantu agar lolos Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun dengan syarat, membayar Rp 5 juta sebagai uang pelicin.
Sayangnya, janji itu tak ditepati. SR gagal jadi ASN dan uangnya pun raib. Hubungan mereka memburuk. Meski berulang kali ditagih, korban tidak juga mengembalikan uang yang pernah diterima.
Setiap kali ditagih, korban selalu mengulur waktu dengan janji kosong. "Besok, besok, dan besok," kata AKBP Rovan menirukan ucapan korban yang membuat pelaku makin emosi.
Konflik yang didasari oleh janji palsu korban berubah menjadi tragedi. SR frustasi karena uangnya tak kunjung kembali, sementara tekanan ekonomi meningkat. Terlebih, istrinya tengah hamil dan butuh banyak biaya.
"SR pun menyusun rencana jahat. Ia memancing korban ke tempat usaha fotokopi miliknya, yang beralamat di Dusun Jedong, Desa Urangagung, Sidoarjo, dengan alasan (akan memberikan) pekerjaan freelance," sambung AKBP Rovan.
Pada Sabtu sore (26/7) sekitar pukul 16.45 WIB, SAC datang ke tempat usaha fotokopi pelaku yang berada di Desa Urangagung, Sidoarjo. Korban pergi tanpa memberitahu siapapun mengenai tujuannya.
SAC kemudian dan masuk ke dalam toko dan diajak SR menuju ruang kerja. Di ruangan tersebut, tanpa banyak bicara, SR memukul korban secara brutal menggunakan alat pemotong kertas ke bagian belakang kepala.
Korban sempat mencoba melawan, namun SR terus memukul SAC hingga nyatanya meregang di tempat kejadian. Keesokan harinya, mayat korban ditemukan di Gresik dalam kondisi mengenaskan, dibungkus kardus dan plastik.
"Dari hasil otopsi sementara yang dilakukan tim forensik, ditemukan cairan berwarna putih pada tubuh korban. Namun kami belum dapat memastikan jenis cairan tersebut. Sampel dikirim ke laboratorium forensik," ujarnya.
Korban diketahui belum menikah dan tidak memiliki anak. Dari penuturan keluarga, SAC berpamitan kepada ibunya pada Sabtu (26/7) pukul 16.00 WIB tanpa menyebutkan tujuan. Sejak saat itu, korban tak bisa dihubungi lagi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
