
BELUM BERFUNGSI: Pengendara melintasi jalan luar lingkar barat (JLLB) di kawasan Benowo kemarin (28/5). Pemerintah pusat bakal mengambil alih pembangunan JLLB.
JawaPos.com-Pemerintah Kota Surabaya menargetkan pekerjaan fisik Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) dimulai awal Agustus 2025. Saat ini proyek senilai Rp 40 miliar itu sedang dalam proses kontrak.
Koordinasi dengan PT Margabumi Matraraya (MBMR) juga dilakukan Pemkot. Sebab, mobilisasi material akan menggunakan akses dari tol Romokalisari.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Adi Gunita mengatakan, pekan depan dilakukan rapat-rapat persiapan, termasuk mobilisasi material dan alat berat.
“Paling cepat Agustus kita mulai masuk ke lapangan,” ucap Adi Gunita.
Kendaraan proyek tidak akan lewat jalan lingkungan warga. Pemkot sudah berkoordinasi dengan pengelola tol agar mobilisasi alat berat masuk melalui akses tol Romokalisari dari sisi utara. Karena itu akses khusus, Pemkot sudah mengkomunikasikan sejak sebelum tender.
Tahap awal, pengerjaan dilakukan sepanjang 400 meter dengan lebar sekitar 20 meter. Sebab baru mencakup satu lajur dari ROW total yang mencapai 40 meter. Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.
"Satu jalur ini dulu diselesaikan sampai tuntas, karena penyelesaiannya bertahap," tegas Adi Gunita.
Pada 2026, proyek JLLB dilanjutkan lagi sepanjang satu kilometer hingga tembus ke Fly Over Sememi. Namun, tetap hanya satu lajur dulu yang dikerjakan, sambil menunggu kesiapan pendanaan.
Sehingga total panjang JLLB mulai dari GBT sampai Sememi sekitar 1,4 kilometer. Menurut Adi, estimasi anggaran tahap lanjutan itu sekitar Rp200 miliar.
“Pembiayaan masih dibahas. Bisa lewat APBD, tapi kami juga mengajukan ke APBN,” jelas Adi Gunita.
Mengenai dana pinjaman pihaknya belum memutuskan. Karena hal itu butuh kesepakatan. Termasuk soal anggaran pengerjaan JLLB di tahun depan. Yang jelas, akses JLLB satu lajur itu direncanakan bisa tembus Fly Over Sememi di tahun depan.
Rencana itu cukup disambut antusias warga, meski masih ada sejumlah aspirasi yang harus dipenuhi. Ketua RW IX Sememi Hambali mengatakan bahwa pembebasan lahan sudah selesai. Namun, masih ada sisa delapan persil tanah warga dengan luas kecil, antara 2 meter persegi hingga 10 meter persegi, yang belum masuk pembebasan.
“Kami minta sekalian dibebaskan, karena sisa sekecil itu tidak bisa dimanfaatkan lagi untuk bangunan,” kata Hambali.
Selain soal sisa lahan, warga juga berharap pengganti sebuah musala yang ikut terdampak proyek. Musala tersebut kondisinya sudah rusak berat dan masuk dalam area penetapan lokasi pembangunan JLLB.
“Warga meminta dibangunkan musala pengganti di lokasi lain,” tambah Hambali.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
