SDN 372 Gresik di Pulau Bawean tahun ini hanya mendapat satu siswa baru. (Nugroho Galih Wicaksono/Jawa Pos)
JawaPos.com - Sejumlah SD negeri di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik mendapatkan murid yang minim. Bahkan SDN 375 Bawean nihil pendaftar. Rata-rata, persoalannya adalah letak geografis sekolah dan minimnya penduduk.
Sekolah di Dusun Tanahmerah, Paromaan Kecamatan Tambak Bawean itu tidak memiliki cakupan yang luas. Penduduknya cuma sedikit. Kebetulan tidak ada lulusan TK di tahun ini.
Punya masalah yang hampir sama, SDN 372 Gresik tahun ini hanya mendapat satu siswa baru. Namun jika ditotal, seccara keseluruhan jumlah muridnya dari kelas I sampai VI hanya sembilan orang. “Itu pun satunya karena mutasi,” ucap Plt kepala SDN 372 Bawean Halipi Yunus.
Sekolah di Desa Pekalomgan, Tambak, itu juga memiliki lokasi yang cukup ekstrem. Lokasinya berada di atas bukit.
Selain itu, ruangannya mengalami kerusakan akibat gempa 2024 lalu. Terdapat penyangga yang menopang atap ruang kelas.
Namun di SDN 369 Bawean, sekolah yang Yunus pimpin, masih lebih mendingan. sekolah itu tahun ini menerima 12 siswa baru. “Sekolah yang sepi itu jarak dengan SD lain cukup jauh. Kalau dimerger ya bagaimana solusi terbaiknya saja,” jelasnya.
di SDN 339 Bawean, kondisinya juga sepi. Hanya dua siswa yang masuk ke sekolah di Desa Lebak, Sangkapura itu. “Saat ini jika ditotal memiliki 25 siswa saja dari kelas I sampai VI,” ucap Kepala SDN 339 Gresik Ida Sanjaya.
Menurut dia, kondisi geografis menjadi tantangan utama selama ini. Sekolah tersebut berada di dusun terpencil yang hanya memiliki sekitar 40 keluarga.
Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SD Dinas Pendidikan Gresik Sunikan membenarkan fenomena tersebut. Menurut dia, sejumlah opsi sudah dimunculkan oleh dinas, seperti merger dengan sekolah terdekat.
“Namun ini nanti dikembalikan lagi ke orang tua persetujuannya. Karena dari segi jarak juga cukup jauh,” ucapnya.
Selain sepi, sejumlah sekolah di Bawean juga mengalami kerusakan akibat gempa. Tahun ini ada 15 SD yang diperbaiki oleh Pemkab Gresik.
Untuk mengatasi persoalan jarak, Wakil Ketua DPRD Gresik Lutfi Dhawam berjanji memfasilitasinya dengan transportasi antar jemput. “Sekarang sedang kami petakan, mana yang memungkinkan untuk transportasi antar jemput. Tapi nanti kami diskusikan lagi dengan orang tua,” jelasnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
