Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Juli 2025 | 20.52 WIB

SD di Pulau Bawean Gresik Nol Pendaftar, Ada yang Hanya Punya 9 Murid! Kondisi Geografis dan Minimnya Penduduk jadi Kendala

SDN 372 Gresik di Pulau Bawean tahun ini hanya mendapat satu siswa baru. (Nugroho Galih Wicaksono/Jawa Pos)

JawaPos.com - Sejumlah SD negeri di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik mendapatkan murid yang minim. Bahkan SDN 375 Bawean nihil pendaftar. Rata-rata, persoalannya adalah letak geografis sekolah dan minimnya penduduk.

Sekolah di Dusun Tanahmerah, Paromaan Kecamatan Tambak Bawean itu tidak memiliki cakupan yang luas. Penduduknya cuma sedikit. Kebetulan tidak ada lulusan TK di tahun ini.

Punya masalah yang hampir sama, SDN 372 Gresik tahun ini hanya mendapat satu siswa baru. Namun jika ditotal, seccara keseluruhan jumlah muridnya dari kelas I sampai VI hanya sembilan orang. “Itu pun satunya karena mutasi,” ucap Plt kepala SDN 372 Bawean Halipi Yunus.

Sekolah di Desa Pekalomgan, Tambak, itu juga memiliki lokasi yang cukup ekstrem. Lokasinya berada di atas bukit.

Selain itu, ruangannya mengalami kerusakan akibat gempa 2024 lalu. Terdapat penyangga yang menopang atap ruang kelas.

Namun di SDN 369 Bawean, sekolah yang Yunus pimpin, masih lebih mendingan. sekolah itu tahun ini menerima 12 siswa baru. “Sekolah yang sepi itu jarak dengan SD lain cukup jauh. Kalau dimerger ya bagaimana solusi terbaiknya saja,” jelasnya.

di SDN 339 Bawean, kondisinya juga sepi. Hanya dua siswa yang masuk ke sekolah di Desa Lebak, Sangkapura itu. “Saat ini jika ditotal memiliki 25 siswa saja dari kelas I sampai VI,” ucap Kepala SDN 339 Gresik Ida Sanjaya.

Menurut dia, kondisi geografis menjadi tantangan utama selama ini. Sekolah tersebut berada di dusun terpencil yang hanya memiliki sekitar 40 keluarga.

Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SD Dinas Pendidikan Gresik Sunikan membenarkan fenomena tersebut. Menurut dia, sejumlah opsi sudah dimunculkan oleh dinas, seperti merger dengan sekolah terdekat.

“Namun ini nanti dikembalikan lagi ke orang tua persetujuannya. Karena dari segi jarak juga cukup jauh,” ucapnya.

Selain sepi, sejumlah sekolah di Bawean juga mengalami kerusakan akibat gempa. Tahun ini ada 15 SD yang diperbaiki oleh Pemkab Gresik.

Untuk mengatasi persoalan jarak, Wakil Ketua DPRD Gresik Lutfi Dhawam berjanji memfasilitasinya dengan transportasi antar jemput. “Sekarang sedang kami petakan, mana yang memungkinkan untuk transportasi antar jemput. Tapi nanti kami diskusikan lagi dengan orang tua,” jelasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore