
FOTO WIDAGDO ENDANG SUROSO FOR JAWA POS
JawaPos.com - Seragam hitam legam itu terasa lebih berat dari biasanya. Tak hanya karena tabung oksigen dan masker gas yang menggantung di dada, tetapi juga karena suhu panas musim panas di Marseille, Prancis, yang menyengat kulit. Widagdo Endang Suroso dan Wahyudi Sumarsono masih mengingat dengan jelas bagaimana mereka harus melatih ketahanan fisik dan mental saat mengikuti pelatihan Hazmat Level 2 di sana. “Maghribnya jam setengah sepuluh malam. Kalau puasa, berat juga,” kata Wahyudi sambil tertawa, Rabu (16/7).
Wahyudi, Kepala Pos Pembantu Damkar Kali Rungkut, menjadi salah satu dari dua perwakilan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya yang mendapat kesempatan langka. Dia mengikuti pelatihan internasional penanganan bahan kimia berbahaya, atau hazmat. Bersama Widagdo Endang Suroso, Kepala Rayon I Damkar, keduanya berangkat atas undangan langsung dari lembaga internasional Global Port Safety (GPS).
Pelatihan ini sepenuhnya dibiayai pemerintah Prancis dan Uni Emirat Arab. Undangan disampaikan secara resmi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang kemudian menunjuk empat petugas dari Indonesia. Dua dari Jakarta dan dua dari Surabaya. Penunjukan tersebut bukan tanpa alasan. Jakarta dan Surabaya dipilih karena memiliki pelabuhan internasional dan kawasan industri dengan potensi paparan bahan kimia berbahaya yang tinggi.
Pelatihan dimulai pada 14 April lalu. Mereka pertama kali mengikuti pelatihan Hazmat Level 1 di Korea Selatan. Level 2 dilakukan di Marseille, Prancis. Tepatnya, mulai dari 23 Juni hingga 4 Juli. Di Prancis, keduanya digembleng di sekolah perwira pemadam kebakaran milik pemerintah setempat. Sistem pelatihan ketat dan disiplin tinggi diterapkan. Akses keluar masuk pun dibatasi dengan sistem keamanan otomatis.
Kalau di Korsel berlatih soal teknis, di Prancis dilatih soal manajemen tim. Mereka belajar prosedur penanganan kebocoran zat kimia, pembentukan zona sterilisasi, hingga prosedur dekontaminasi petugas usai pemadaman. Semua disampaikan dalam Bahasa Inggris atau Prancis, meski sebagian peserta seperti dari Vietnam membawa penerjemah. Wahyudi dan Widagdo berusaha memahami dengan kemampuan bahasa seadanya.
“Yang penting paham maksudnya. Kalau ngobrol lancar sih belum,” kata Widagdo, tersenyum.
Setiap hari, otak mereka diasah mencari solusi. Simulasi penanganan bahan berbahaya dilakukan. Tujuannya bisa menentukan cara dan manajemen tim di lapangan. Pelatihan ini diikuti peserta dari beberapa negara Asia seperti Thailand, Vietnam, dan Filipina. Mereka semua adalah petugas pilihan yang sudah melalui seleksi dan punya pengalaman di lapangan.
Ada cerita menarik keduanya di Prancis. Tak hanya soal adaptasi suhu atau waktu siang yang lebih lama, tetapi juga soal makanan setiap hari. Bekal makanan, sambel, bumbu pecel, dan Mie Instan tak lupa dibawanya dari Surabaya. Sepulang dari pelatihan, pengalaman keduanya tidak berhenti di koper. Surabaya kini tengah mempersiapkan pembentukan unit Hazmat pertama. Unit ini akan dilengkapi alat khusus, APD level tinggi, serta didampingi pakar kimia dari ITS untuk melatih tim.
“Kita sudah mulai latihan internal. Unitnya ditargetkan aktif tahun ini,” jelas Widagdo.
Bagi Wahyudi dan Widagdo, pelatihan ini menjadi pengalaman yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Meskipun, dari awal Widagdo selalu tertantang untuk belajar ke luar negeri. “Saya pikir nggak mungkin bisa ke Eropa. Ternyata bisa juga, lewat jalur Damkar,” ujar Wahyudi dengan bangga.
Langkah kecil dua petugas itu menjadi awal dari upaya besar Surabaya untuk makin siap menghadapi insiden kebocoran bahan kimia. Sebuah tugas sunyi yang nyatanya menuntut ilmu setinggi mungkin. Semuanya akan diterapkan di kantor Damkar Pasar Turi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
