Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 6 Juli 2025 | 16.06 WIB

Per Bulan Ada 10-15 Tindakan Operasi Bedah Saraf

 Ciputra Hospital Surabaya memberikan layanan premium dengan 4 layanan unggulan. (Foto: Riana/Jawa Pos) - Image

 Ciputra Hospital Surabaya memberikan layanan premium dengan 4 layanan unggulan. (Foto: Riana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Jumlah pasien bedah saraf yang menjalani operasi dengan mikroskop Kinevo 900 di Ciputra Hospital Surabaya (CiHos) terus meningkat. Dalam sebulan, rata-rata ada 10 hingga 15 tindakan pembedahan otak dan tulang belakang yang sudah menggunakan alat generasi terbaru buatan ZEISS tersebut.

Kepala tim bedah saraf CiHos dr Agus Chairul Anab, SpBS (K), menjelaskan bahwa mikroskop Kinevo 900 menjadi terobosan penting dalam dunia bedah saraf.

Teknologi robotik, navigasi presisi, serta sistem visualisasi ultra-HD 4K menjadi kombinasi unggulan alat ini. “Pas sekali untuk tumor yang letaknya dalam, sempit, atau berada di area krusial seperti batang otak dan dasar tengkorak,” ujarnya.

Alat ini, lanjut Agus, dilengkapi fitur auto tracking dan target lock, yang membuat pergerakan tangan dokter lebih stabil dan tepat. Bahkan, jaringan otak sehat dan pembuluh darah bisa dibedakan secara real-time berkat pewarnaan fluorescent intraoperatif. Sehingga membantu menghindari kerusakan pada jaringan vital. Operasi bisa lebih aman, risiko komplikasi juga berkurang.

Tak hanya unggul secara teknis, Kinevo 900 juga memungkinkan konsep live surgery. Keluarga pasien bisa melihat langsung proses operasi melalui layar di ruang tunggu. Ini bagian dari edukasi, transparansi, dan membangun kepercayaan publik. "Pasien juga lebih tenang karena tahu proses yang dijalani,” kata dokter yang juga dikenal sebagai trainer bedah saraf itu.

Dengan fitur navigasi tambahan seperti endoskopi, dokter bisa melihat area tersembunyi yang tidak terjangkau dengan pandangan biasa. Visualisasi 3D hybrid-nya pun sangat membantu saat menangani tumor dengan batas samar seperti glioma dan astrositoma. Dokumentasi lengkap juga bisa langsung direkam dan digunakan untuk evaluasi pascaoperasi.

Seluruh tindakan operasi, menurut dia, dilakukan secara multidisiplin. Setiap tindakan selalu melibatkan dua operator dengan kompetensi yang setara. Selain itu, fasilitas penunjang seperti ICU, MRI 3 Tesla, radiologi, hingga layanan rehabilitasi juga sudah tersedia di CiHos.

Komitmen untuk menjadi Center of Excellence di bidang bedah saraf dan onkologi pun terus dikuatkan. Tak heran jika pasien CiHos tidak hanya berasal dari Surabaya. “Hanya 30 persen yang dari Surabaya. Selebihnya dari Jawa Timur dan bahkan luar pulau seperti Medan, Makassar, dan Manado,” ungkapnya.

Saat ini, Ciputra Hospital sedang membangun fasilitas radioterapi untuk melengkapi layanan bagi pasien tumor ganas. Dengan alat dan sistem yang terintegrasi seperti ini, operasi bisa lebih cepat 20–30 persen dari biasanya, tanpa mengorbankan keamanan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore