
Peserta SPMB mengikuti TPA. (Galih Wicaksono/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pelaksanaan Tes Potensi Akademik (TPA) Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sesi pertama sempat alami kendala. Pelaksanaan tes pun mundur dari jadwal yang ditentukan.
TPA dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 dengan waktu pengerjaan 60 soal selama 90 menit. Namun, karena terjadi server eror, para siswa harus mundur mengerjakan hingga sekitar 1 jam.
Kendala server itu dirasakan di sejumlah SMP. Seperti di SMPN 1 Gresik, para siswa yang sudah masuk ke dalam lab komputer pun akhirnya harus menunggu. “Kami beri minum sekaligus ice breaking agar siswa tetap rileks,” ucap Nurul Wahyu, Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Gresik.
Kendala juga dirasakan SMPN 2 Gresik. Mohammad Salim, kepala sekolah mengatakan bahwa para siswa harus menunggu sekitar 15 menit saat proses masuk ke dalam halaman soal. Karena itu atas intruksi Dinas Pendidikan ada kelomggaran tambahan waktu mengerjakan hingga 60 menit. “Loadingnya pertama itu agak lama. Setelah siswa klik link, untuk masuk ke soalnya itu. Namun secara keseluruhan lancar,” ujarnya.
Di SMPN 3 Gresik juga demikian. Kendala server sempat terjadi pada sesi 1 pelaksanaan tes. Ketua SPMB SMPN 3 Gresik Sholikin mengatakan bahwa soal pada sejumlah siswa tidak muncul. Namun setelah ditangani akhirnya bisa kembali normal.
Pelaksanaan tes sesi pertama pun selesai lebih lama. Hingga pukul 10.00 kemarin para siswa masih berada di dalam lab komputer.
Sesi Kedua juga Mundur Karena Kendala Server
Sejak pukul 09.00 siswa yang akan tes pada sesi 2 telah hadir di sekolah. Namun mereka harus kembali pulang lantaran tes diundur pukul 12.00. “Ada kendala server sedikit. Sedang diperbaiki. Tapi secara keseluruhan lancar,” ucap Kepala SMPN 1 Gresik Beri Avita Prasetya.
Kendala itu dibenarkan Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gresik Johar Gonawan. Kemarin (2/7), dirinya mengecek pelaksanaan di sejumlah sekolah. “Ada kendala sedikit, tapi sudah diatasi. Nanti sesi II kembali kami monitor,” ucapnya.
Seperti diketahui, jalur TPA memiliki pagu 20 persen. Berbeda dari sekadar tes nilai akademik biasa, Dispendik Gresik menekankan bahwa TPA dirancang untuk menguji kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, serta karakter peserta.
Beri Avita menegaskan bahwa TPA bagian dari upaya peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Gresik.
Materi TPA mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, serta Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), yang mengacu pada kurikulum jenjang SD/MI. Tes ini dilaksanakan dengan sistem Computer Based Test (CBT), dengan seluruh fasilitas telah disiapkan oleh masing-masing sekolah. “Murid yang diterima bukan hanya dilihat dari nilai akademik semata, tapi juga dari karakter seperti kejujuran dan kepercayaan diri,” pungkasnya. (son)

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
