
Komentar warganet di unggahan Instagram @ariefcamra tentang Mbah Nasikah yang dijemput lagi oleh dua putri kandungnya. (Instagram @ariefcamra)
JawaPos.com - Setelah viral di media sosial, kakak beradik di Surabaya berinisial SR, 50, dan F, 43, menjemput kembali ibu kandungnya, Mbah Nasikah, 74, yang sempat dititipkan ke Griya Lansia Husnul Khatimah, Malang.
Kisah ini pertama kali dibagikan Ketua Yayasan Griya Lansia, Arief Camra ke beberapa media sosial, termasuk Instagram. Arief menerangkan bahwa panti yang ia kelola ditujukan khusus untuk merawat lansia yang tanpa keluarga.
Namun, SR dan F tetap ingin menyerahkan ibu kandungnya ke panti. Arief beberapa kali membujuk agar mereka mengurungkan niatnya, termasuk soal surat pernyataan di mana mereka tidak dikabarkan saat ibu meninggal, mereka tetap bersedia. Tekad mereka sudah bulat.
"Jadi betul, beliau (Mbah Nasikah) tadi malam dijemput (SR dan F) ke Griya lansia. Setelah ini, untuk perawatan kami serahkan ke keluarga," ucap Arief lewat unggahan video di Instagram pribadinya, dikutip JawaPos.com Minggu (29/6).
Dalam waktu 24 jam, video viral yang diunggah akun instagram @ariefcamra sudah ditonton lebih dari 99 ribu kali, disukai oleh 3 ribu lebih pengguna. Ragam tanggapan warganet pun memenuhi kolom komentar.
"Saya ikut berkomentar, saya yakin itu ibunya diambil kembali cuma mau meredam tekanan dari pihak luar, takutnya di rumah malah ditelantarkan sama anak-anaknya," tulis akun Instagram @obie***.
Tidak sedikit warganet yang memberikan komentar serupa. Mereka khawatir setelah dijemput, Mbah Nasikah tidak diperlakukan dengan baik oleh kedua putri kandungnya, yakni SR dan F.
"Dijemput lagi karena malu sudah viral, bukan niatan dari hati kalau dirawat sendiri. Saya yakin 100 persen Bu Nasikah tidak akan dirawat dengan baik," tulis warganet lain @alvian***.
Sebagian warganet meminta agar Mbah Nasikah tetap dirawat di panti daripada tidak dirawat dengan baik oleh anak kandungnya. Terlebih saat diserahkan ke Griya Lansia, kedua putrinya sudah menandatangani perjanjian bermaterai.
"Takutnya di rumah malah tidak dirawat dan dibiarkan. Dijemput kembali hanya karena dihujat, bukan karena hati nurani sebagai anak. Lebih baik di panti, bisa bertemu banyak teman seusia," tulis akun Instagram @rinny***.
Warganet juga meminta masyarakat, terutama tetangga, untuk sama-sama memantau kondisi Mbah Nasikah di rumah. Peran dari Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial pun diharapkan di sini.
"Pak tolong dipantau ibunya itu pak, khawatir malah diperlakukan zalim oleh anak-anaknya di rumah. Mereka ambil kembali ibunya karena malu dan tekanan bukan karena tobat," tukas akun Instagram @ayun***. (*)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
