
Suasana relokasi pedagang pasar Pacar Keling Surabaya, Senin (23/6). (Ramadhoni Cahya/Jawa Pos)
JawaPos.com - Relokasi tahap awal pedagang Pasar Pacar Keling di wilayah Kecamatan Tambaksari, Surabaya, mulai berlangsung hari ini, Senin (23/6).
Perusahaan Daerah Pasar Surya (PDPS) Surabaya memindahkan para pedagang ke tiga pasar lain. Yakni, Pasar Gubeng Masjid, Tambahrejo, dan sebagian wilayah Pasar Pacar Keling yang tidak terdampak pengerjaan Jalan Tambang Boyo.
Direktur Pembinaan PDPS Surabaya Gianto Sulistyono menyampaikan, pengosongan ditargetkan tuntas paling lambat tiga hari ke depan.
Para pedagang pun sudah sepakat usai melakukan beberapa kali pertemuan. Proses pembongkaran akan dibantu oleh instansi lain seperti Satpol PP Surabaya.
“Secepat mungkin, proses pemindahan berlangsung mulai hari ini,” ujar dia di lokasi.
Pihaknya pun sudah menyampaikan data relokasi kepada pedagang. Tampak tertempel daftar nama yang mendapatkan relokasi ke Pasar Pacar Keling sisi lain.
Khususnya pedagang stan los yang berjualan bumbu dapur, daging, ayam, dan konfeksi. Total, ada 133 pedagang terdampak.
“Sebanyak 80 pedagang stan los akan berada di Pasar Pacar Keling sisi tidak terdampak. Lainnya akan berada di dua pasar lain,” tuturnya.
Penentuan daftar nama sepenuhnya diserahkan kepada para pedagang. Apakah dari formulasi internal pengurus atau secara undian untuk meminimalisir persepsi pilih kasih.
“Ada sekitar 40 stand di Gubeng Masjid dan 35 di Tambahrejo. Mekanisme pembagiannya kami sepakati bersama tokoh pedagang agar tidak ada kecurigaan di lapangan,” jelasnya.
Gianto menegaskan, tidak ada pedagang baru yang masuk dalam list relokasi. Mereka semua merupakan pedagang lama yang terimbas dan memiliki terdata secara resmi di PDPS. Serta, masih berstatus aktif. Pantauan Jawa Pos, tak ada polemik yang terjadi.
“Untuk data sudah final, Tidak ada pedagang dari luar yang masuk,” tegas dia.
Setelah pengosongan rampung, proses pembongkaran pasar dapat dilakukan. Itu sembari menunggu hasil koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya. Diharapkan pembongkaran selesai sepenuhnya dalam waktu dekat.
Sementara itu, seorang pedagang Sulihah mengaku tak masuk dalam daftar nama relokasi. Dirinya pun sudah berupaya meminta agar namanya tercatat tapi tak berhasil. Itu lantaran status stan nya telah dicabut sejak tahun lalu.
“Dua tahun menunggak karena disewakan ke orang, ternyata tidak dibayarkan ke PDPS,” sebutnya.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
