Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Juni 2025 | 05.42 WIB

Kecelakaan Maut di Jalan Tambak Langon Surabaya, Pengendara Motor Tewas Tabrak Truk Parkir

Kecelakaan tewaskan pengendara motor di Tambak Langon, Minggu (22/6) dini hari. (BPBD kota Surabaya)

JawaPos.com–Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Tambak Langon Asemrowo, Minggu (22/6) dini hari. Seorang pengendara motor berusia 38 tahun, Deddy AW, meninggal dunia di tempat. Motornya menabrak bagian belakang truk yang sedang parkir di bahu jalan. Sementara penumpangnya, Arif Arifin, 46, mengalami luka-luka.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos, insiden itu terjadi pukul 01.30 WIB. Menurut keterangan warga beraktivitas di kawasan Tambak Langon, Rozak, pada malam hari tidak jarang pengemudi truk menepikan kendaraan untuk beristirahat sejenak. 

”Ya di sini ada warung, minimarket juga, kalau penerangan jalan ya cukup terang kok,” ungkapRozak, Minggu (22/6).

Dia mengungkapkan, insiden serupa juga cukup cenderung jarang terjadi di kawasan tersebut.

”Saya hanya dengar saja kalau ada kecelakaan, tapi bagaimana pastinya tidak tahu, jarang juga kejadian disini,” imbuh Rozak. 

Menurut keterangan dari Unit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, kecelakaan diduga akibat pengendara motor kehilangan konsentrasi karena mengantuk.

”Saat itu motor melaju dari arah barat ke timur dan menabrak truk yang parkir di sisi kiri jalan,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Ipda Wiji Mulyono, Minggu (22/6).

Dia menambahkan, saat itu truk dalam kondisi terparkir, dan ditinggalkan sopirnya yang sedang membeli makanan. Sejauh ini, menurut dia, penerangan jalan juga cukup memadai di kawasan tersebut. Selain itu, tak jauh dari lokasi juga terdapat minimarket. 

”Sejauh ini penerangan sudah sesuai, lampu PJU di tepi dan median jalan juga berfungsi optimal,” jelas Wiji.

Atas insiden tersebut, Wiji mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri ketika berkendara saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk. 

”Kondisi seperti ini sangat berbahaya. Dalam kasus ini, tidak ada indikasi kerusakan jalan atau cuaca buruk, murni karena faktor manusia," ujar Wiji.

Dia menambahkan, keselamatan berkendara bukan hanya soal kecepatan dan aturan, tapi juga soal kesiapan fisik dan mental. Selain itu, dia juga meminta pengemudi truk untuk memberikan tanda lebih saat truk sedang berhenti. Tujuannya agar, pengemudi lainnya dapat mengetahui apabila truk sedang tidak beroperasi.

Polisi telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa saksi. 

”Kami harap ini menjadi pelajaran bersama agar lebih waspada saat berkendara, apalagi di jam-jam rawan," tegas Wiji.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore