Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Juni 2025 | 14.08 WIB

Masjid di Surabaya Ubah Limbah Rumen Hewan Kurban Jadi Pupuk Kompos Ramah Lingkungan

Kulit sapi dibakar dalam proses pembuatan pupuk kompos untuk taman kampung. (Juliana Christy/JawaPos.com) - Image

Kulit sapi dibakar dalam proses pembuatan pupuk kompos untuk taman kampung. (Juliana Christy/JawaPos.com)

JawaPos.com - Masjid Al Musthofa di Tenggilis Mejoyo, Surabaya, memiliki cara unik dan ramah lingkungan dalam mengelola limbah hewan kurban. Seluruh bagian hewan kurban–termasuk limbah rumen–tidak dibuang sembarangan, tetapi dimanfaatkan menjadi pupuk kompos untuk taman kampung.

Pada perayaan Idul Adha 1446 H, masjid yang berada di kawasan padat penduduk itu menyembelih 11 ekor sapi dan 18 ekor kambing. Semua dagingnya dibagikan kepada lebih dari 1.500 warga di sekitar. Menariknya, seluruh bagian dari hewan kurban–mulai dari daging, kulit, tulang, hingga jeroan–dibagikan dalam kondisi setengah matang kepada penerima manfaat.

Jainudin, takmir Masjid Al Musthofa, mengatakan bahwa proses penyembelihan hingga distribusi dilakukan dengan efisien dan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan. Limbah rumen atau isi perut hewan yang biasanya dibuang begitu saja, justru ditangani dengan cara dikubur di tanah kosong untuk diolah menjadi pupuk kandang.

"Kulit dibakar, digodok (direbus), lalu dirajang. Tulang dipotong kecil-kecil. Jeroan dibersihkan, lalu direbus setengah matang. Kotoran kami kubur dalam tanah, setelah itu diuruk. Lama-lama bisa jadi pupuk untuk taman kampung ini," terang Jainudin, Sabtu (7/6).

Langkah tersebut juga sejalan dengan imbauan Pemkot Surabaya agar limbah hewan kurban tidak dibuang ke sungai. Sebab, pembuangan limbah organik seperti rumen ke aliran air dapat memicu pencemaran. Warga pun menyambut baik pengelolaan kurban yang ramah lingkungan ini. Salah satunya adalah Rasya, warga sekitar yang mengaku rutin berkurban di Masjid Al Musthofa

"Dari tahun ke tahun di sini pengelolaannya bagus. Daging dibagi dalam kondisi setengah matang, semua tertata rapi. Saya senang karena lingkungan juga tetap bersih," ujar Rasya.

Sementara itu, pakar lingkungan dari Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Moch. Shofwan, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, rumen yang dibuang ke sungai bisa meningkatkan kadar bakteri berbahaya, termasuk E. coli, yang berisiko mencemari air sungai. 

"Kalau dibuang sembarangan, terutama ke sungai, rumen bisa merusak ekosistem. Sungai jadi tercemar, air tak layak konsumsi atau digunakan mandi, bahkan bisa menimbulkan penyakit," kata Shofwan.

Shofwan menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah untuk menyediakan tempat pembuangan sementara yang layak agar masyarakat tidak kesulitan mengelola limbah kurban dengan benar.

Dengan inovasi pengelolaan seperti yang dilakukan Masjid Al Musthofa, perayaan Idul Adha tidak hanya menjadi momentum ibadah dan berbagi, tetapi juga menjadi contoh praktik ramah lingkungan yang bisa ditiru oleh masjid-masjid lainnya di Surabaya maupun daerah lain.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore