Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Juni 2025 | 16.50 WIB

Masjid Al-Akbar Terima Sapi Kurban Presiden Prabowo, Peranakan Ongole yang Beratnya Capai 1,1 Ton!

Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menyerahkan sapi kurban Presiden Prabowo kepada Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS). (Juliana Christy /JawaPos.com) - Image

Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menyerahkan sapi kurban Presiden Prabowo kepada Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS). (Juliana Christy /JawaPos.com)

JawaPos.com - Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) kembali dipercaya menjadi lokasi penyaluran hewan kurban dari Presiden Republik Indonesia. Tahun ini, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan satu ekor sapi kurban jenis peranakan ongole (PO) berbobot 1,1 ton untuk disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak pada Jumat (6/6). Emil menyampaikan bahwa penyerahan ini merupakan amanah resmi dari Presiden Republik Indonesia.

"Plt Gubernur Jatim, saya sendiri, mewakili Bapak Presiden, menyerahkan sapi dari Presiden Republik Indonesia kepada pengurus Masjid Nasional Al-Akbar," kata Emil usai prosesi serah terima hewan kurban.

Emil menjelaskan, selain dari Presiden, sejumlah pejabat lain juga menyerahkan hewan kurban ke masjid-masjid besar di Jawa Timur, termasuk dari Gubernur dan Wakil Gubernur. "Lalu Ibu Gubernur juga menyerahkan ke Masjid Nasional Al-Akbar. Lalu kami ada Masjid Raya Provinsi di Islamic Center dari Wakil Gubernur secara official. Ini dalam kapasitas jabatan, ya," jelasnya.

Tak hanya itu, Sekretaris Daerah Provinsi juga menyerahkan hewan kurban di masjid kantor Setba. Diikuti pula oleh jajaran TNI dan Polri.

"Juga, Sekretaris Daerah menyerahkan ke masjid di Kantor Setba. Lalu ada dari Pangdam, dari Kapolda, dan seterusnya," imbuh Emil.

Terkait jenis sapi, Emil menyebut sapi milik Presiden adalah jenis peranakan ongole, yang memiliki ciri khas warna putih. Sementara beberapa sapi dari pejabat lainnya berjenis simental dengan warna dominan coklat.

"Jenis sapinya sendiri yang warna putih itu namanya peranakan ongole. Kalau yang warna coklat, seperti milik Pak Pangdam atau Pak Kapolda, itu namanya simental," jelas Emil.

Ia juga menekankan bahwa penyaluran daging kurban dilakukan secara merata oleh masing-masing masjid sesuai dengan sistem distribusi yang telah mereka susun secara adil. "Dari masing-masing masjid itu sudah punya sistem untuk menyalurkan kepada yang berhak. Digunakan sistem yang adil, merata, dan seluas-luasnya," ucapnya.

Soal penyembelihan, Emil memastikan bahwa proses dilakukan bertahap, tidak terpusat pada satu hari. Hal ini demi efektivitas pelaksanaan di lapangan. "Penyembelihannya ada yang besok juga. Tidak semua ditumpuk di hari ini. Ini lebih baik karena kita punya hampir 1.950 dokter hewan se-Jawa Timur, lalu 1.500 paramedik veteriner, dan juga 3.000 lebih juru sembelih halal," tutur Emil.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore