Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juni 2025 | 14.55 WIB

Tekan Angka Stunting di Jawa Timur, Program Makan Bergizi Gratis Diperluas ke Tulungagung

Program MBG saat disosialisasikan di Klenteng Tri Dharma Tjoe Tik Kiong, Tulungagung untuk trkan stunting di Jatim. (Istimewa) - Image

Program MBG saat disosialisasikan di Klenteng Tri Dharma Tjoe Tik Kiong, Tulungagung untuk trkan stunting di Jatim. (Istimewa)

JawaPos.com – Kasus stunting yang masih tinggi di Jawa Timur mendorong pemerintah memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu strategi nasional untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

Program ini mulai disosialisasikan pada Selasa (3/6), di Klenteng Tri Dharma Tjoe Tik Kiong, Tulungagung, diikuti lebih dari 300 warga.

Acara bertema "Bersama Mewujudkan Generasi Sehat Indonesia" ini menghadirkan sejumlah tokoh penting.

Di antaranya Anggota Komisi IX DPR RI Heru Tjahjono, Deputi Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Meida Octarina, serta Kepala Instalasi Gizi RSUD dr Iskak Tulungagung Ratih Puspitaningtyas.

Dalam kesempatan itu, Heru menegaskan bahwa MBG tidak hanya bertujuan menurunkan angka stunting. melainkan juga untuk berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Asupan gizi yang cukup dan seimbang di usia dini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kecerdasan otak,” jelas Heru.

Sementara itu, Meida Octarina dari BGN menyoroti dampak ekonomi dari program MBG. Selain menyasar peserta didik, MBG juga membuka peluang kerja dan memberdayakan UMKM lokal melalui pendirian SPPG (Sentra Penyediaan Pangan Gizi).

“Saat ini Tulungagung baru memiliki 9 SPPG. Untuk menjangkau seluruh 172.359 peserta didik (berdasarkan data Dapodik), dibutuhkan sekitar 50 SPPG tambahan,” paparnya.

Menurut Meida, masyarakat bisa menjadi mitra resmi program ini dengan mendaftar secara gratis melalui situs resmi BGN di www.mitra.bgn.go.id. Pendaftaran hanya dilayani secara daring tanpa dipungut biaya.

Pada sesi edukasi gizi, Ratih Puspitaningtyas menekankan pentingnya komposisi makanan seimbang dalam menu MBG. Menu yang disiapkan harus memenuhi unsur karbohidrat, protein, sayur, buah, dan lemak sehat.

“Kolaborasi antara BGN dan fasilitas kesehatan memastikan bahwa makanan bergizi yang diberikan tidak hanya mengenyangkan, tapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi anak secara optimal,” ungkap Ratih.

Program MBG diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas, serta mampu bersaing di masa depan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore