Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Juni 2025 | 01.55 WIB

Lukisan QR Art: Karya Inovatif yang Dokumentasikan Perjalanan Militer Pangdam V/Brawijaya

Sebuah lukisan QR Art diserahkan langsung oleh Kawoong Innovation sebagai bentuk apresiasi terhadap Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. (Istimewa)

JawaPos.com-Perjalanan karier Mayjen TNI Rudy Saladin kini terdokumentasi dalam medium yang tak biasa. Sebuah lukisan QR Art diserahkan langsung oleh Kawoong Innovation sebagai bentuk apresiasi terhadap Panglima Kodam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. 

Lukisan itu bukan sekadar potret visual. Dengan menggabungkan seni analog dan teknologi digital, karya tersebut menyimpan jejak digital yang bisa diakses melalui pemindaian kode QR. Melalui kamera ponsel atau Google Lens, publik dapat menelusuri informasi seputar sosok yang tergambar dalam lukisan.

“QR Art bukan hanya seni rupa, tapi juga pengarsipan peradaban digital. Karya ini bisa terus terkoneksi dengan informasi terkini di internet,” kata pendiri Kawoong Innovation, Hadi Wardoyo, Jumat (30/5).

Mayjen TNI Rudy Saladin pun menyambut positif karya tersebut. Ia mengaku terkesan dengan inovasi yang memadukan seni dan teknologi ini. “Terima kasih kepada Kawoong Innovation. Ini sangat menarik, sebagai bukti bahwa anak bangsa terus berinovasi melalui transformasi digital,” ujarnya.

Jenderal bintang dua ini dikenal sebagai lulusan terbaik Akademi Militer tahun 1997 dan pernah menjabat sebagai ajudan Presiden Joko Widodo (2019–2022) serta Sekretaris Militer Presiden. Kiprahnya di dunia militer juga diakui di tingkat internasional, dengan sejumlah penghargaan dari Amerika Serikat dan Singapura.

Selama memimpin Kodam V/Brawijaya, Rudy aktif melakukan kunjungan ke satuan-satuan teritorial, termasuk Koramil dan Kodim, untuk memberikan dukungan langsung kepada para Babinsa. Ia juga rutin menggelar kegiatan sosial seperti menyantuni anak yatim.

Menurut Hadi, sosok seperti Rudy Saladin pantas mendapat dokumentasi khusus karena perannya yang besar dalam membina prajurit di wilayah Jawa Timur. “QR Art ini bukan sekadar penghargaan, tapi juga narasi visual tentang perjalanan seorang pemimpin,” katanya.

Karya tersebut diciptakan oleh seniman Doddy ‘Mr D’ Hernanto, yang juga penggagas konsep QR Art. Ia menjelaskan bahwa sejak 2021, QR Art telah mendapatkan sertifikat paten dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Karya ini sebelumnya telah dipamerkan di lima kota dan digunakan untuk menggambarkan tokoh-tokoh nasional, mulai dari Bung Karno hingga pemimpin industri dan seniman.

Meski sempat ditawarkan dengan harga tinggi – salah satunya lukisan QR Art bertema Proklamasi Soekarno-Hatta yang dipatok Rp99 juta – apresiasi publik terhadap nilai karya ini masih beragam. Karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, Kawoong memilih untuk menyerahkannya kepada tokoh-tokoh yang dinilai inspiratif, sebelum memasarkan secara komersial mulai 2025.

“Melalui seni yang interaktif, kami ingin menghadirkan cara baru untuk mengenang tokoh bangsa. Tidak lagi sekadar dilihat, tapi bisa ditelusuri dan terus terhubung dengan perkembangan zaman,” jelas Doddy.

Dengan QR Art, dokumentasi seorang tokoh tidak lagi terbatas pada teks atau gambar diam. Kini, narasi itu hidup dan bisa diakses siapa saja, kapan saja. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore