
Lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci, menjadi simbol keabadian dalam dunia seni. (britannica.com)
JawaPos.com - Lukisan Monalisa karya Leonardo da Vinci telah lama menjadi ikon seni dunia. Dikenal karena senyumnya yang misterius dan tatapannya yang seolah mengikuti setiap langkah pengunjung, lukisan ini kini menjadi magnet utama di Museum Louvre, Paris. Ribuan orang dari berbagai penjuru dunia rela mengantre hanya untuk melihatnya secara langsung.
Monalisa dilukis sekitar tahun 1503 hingga 1506, meskipun beberapa ahli percaya bahwa da Vinci terus menyempurnakannya hingga tahun 1517. Lukisan ini menggambarkan potret seorang wanita dengan latar belakang lanskap yang tenang dan misterius. Banyak yang meyakini bahwa sosok dalam lukisan ini adalah Lisa Gherardini, istri seorang pedagang sutra dari Florence.
Namun, bukan hanya identitas sang model yang menjadi misteri. Latar belakang lukisan juga telah lama menjadi bahan perdebatan. Baru-baru ini, seorang ahli geologi dan sejarawan seni, Ann Pizzorusso, mengungkap bahwa lanskap di belakang Monalisa kemungkinan besar menggambarkan kota Lecco di Italia Utara.
“Bentuk batuan dan formasi geologinya sangat khas dan cocok dengan wilayah tersebut,” ujarnya seperti dikutip dari Smithsonian Magazine.
Museum Louvre sendiri mencatat bahwa Monalisa adalah karya seni yang paling banyak dikunjungi di dunia. Dalam satu tahun, lebih dari 10 juta orang datang ke museum ini, dan sebagian besar dari mereka datang khusus untuk melihat Monalisa.
“Ia adalah bintang utama kami,” ujar salah satu kurator Louvre dalam wawancara dengan media Prancis.
Meski hanya berukuran 77 x 53 cm, Monalisa memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dari ukurannya. Ia menjadi simbol keabadian seni dan kekuatan ekspresi manusia. Banyak seniman modern yang mengaku terinspirasi oleh teknik dan aura yang dipancarkan lukisan ini.
Di era digital saat ini, Monalisa tetap relevan. Reproduksi digitalnya tersebar luas di internet, dan berbagai penelitian ilmiah terus dilakukan untuk mengungkap rahasia di balik teknik da Vinci. Bahkan, teknologi pencitraan inframerah telah digunakan untuk melihat lapisan-lapisan tersembunyi di balik lukisan ini.
Monalisa bukan sekadar lukisan. Ia adalah warisan budaya dunia yang terus hidup, menginspirasi, dan memikat generasi demi generasi. Dari studio kecil di Italia hingga dinding kaca antipeluru di Louvre, perjalanan Monalisa adalah kisah tentang seni, misteri, dan ketenaran yang tak lekang oleh waktu. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022