
Ilustrasi aparat kepolisian ciduk bandar narkoba dan memborgolnya
JawaPos.com - Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik meringkus tersangka berinisial CMP. Perempuan 29 tahun itu diamankan lantaran terbukti melakukan penipuan dengan modus jual beli sembako. Warga asal Lamongan itu diamankan di wilayah Jepara Jawa Tengah lantaran berusaha melarikan diri.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Gresik Ipda Andi Muh. Asyraf Gunawan menjelaskan bahwa kasus tersebut bermula dari laporan puluhan korban ke Mapolres Gresik. Lantaran tertipu dengan iming-iming CMP yang menawarkan sembako dengan harga murah pada awal Februari lalu.
"Dengan sistem pre order atau pesan barang diawal. Pelaku mensyaratkan agar korban membayar terlebih dahulu sesuai jumlah barang yang dipesan," ungkapnya.
Sembako yang ditawarkan terbilang murah, bahkan jauh dibawah harga pasaran. Hal tersebut membuat para korban tertarik. Hingga memesan dengan jumlah yang cukup banyak. "Berbagai jenis sembako. Mulai dari beras, gula, maupun mie instan," bebernya.
Akal bulus CMP setidaknya berhasil menipu 22 korban. Tidak heran, transaksi yang dilakukan mencapai ratusan juta rupiah. "Barang yang dipesan memang tersedia, namun jumlahnya tidak pernah sesuai," tutur Asyraf.
Rupanya hal tersebut merupakan akal-akalan pelaku untuk mengikat korban. Dengan modus meminta korban melakukan pesanan tambahan dengan syarat kembali membayarkan sejumlah uang. "Setelah berjalan sekitar 2 bulan, transaksi mulai macet. Korban sudah membayar, namun barang yang dipesan tidak kunjung datang," beber Alumnus Akpol 2024 itu.
Sebenarnya, para korban berupaya meminta pertanggungjawaban terhadap pelaku. Namun, CMP justru kabur melarikan diri. Tim penyidik berhasil mengamankan tersangka di wilayah Jepara Jawa Tengah. Saat ini, CMP sudah ditahan di Rutan Polres Gresik untuk proses penyidikan lebih lanjut. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban bertambah. Mohon waktu untuk proses penyidikan lebih lanjut," tandasnya.
Salah satu korban berinisial AA pun merugi hingga 27 juta rupiah. Padahal, saat pertama kali transaksi pada Januari lalu, hubungan bisnis yang dilakukan berjalan lancar. "Transaksi terkahir pada pertengahan Februari," ucapnya.
Saat itu, dia telah membayar lunas 100 sak beras yang dipesan. Namun hanya diberi 55 sak oleh pelaku. "Sampai sekarang tidak kunjung diberikan. Sempat dilabrak di rumahnya namun malah kabur," ungkapnya kesal.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
