
Kemeriahan Surabaya Vaganza 2025, masyarakat antusias melambaikan tangan ke peserta parade, Minggu (25/5). (Humas Pemkot Surabaya)
JawaPos.com - Parade bunga dan budaya bertajuk "Surabaya Vaganza" yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya pada Minggu sore (25/5), sukses menghibur ribuan masyarakat yang menonton.
Tahun ini, Surabaya Vaganza mengangkat tema "The Magical of Folktales", dengan rute start di Tugu Pahlawan dan finish di Balai Pemuda. Sepanjang rute tersebut, ribuan masyarakat duduk rapi di belakang pagar barikade besi.
Riuh tepuk tangan terdengar nyaring dari bahu kiri dan kanan jalan, saat mobil hias peserta melintas. Tidak sedikit yang melambaikan tangan, anak-anak juga antusias menyapa dan meminta tos ke peserta parade.
Yuniarti, warga Semolowaru Utara, merupakan satu dari ribuan masyarakat yang menyaksikan Surabaya Vaganza 2025 di Balai Pemuda. Ia datang bersama anaknya yang berusia 8 tahun dan tiba pukul 12.30 WIB.
"Saya setiap tahun lihat Surabaya Vaganza. Bahkan anak saya ini selalu antusias, gak sabar nunggu. Ini yang ngajak ke sini juga anak saya," tutur ibu satu anak berusia 35 tahun itu kepada JawaPos.com, Minggu (25/5).
Ia juga mengapresiasi Pemkot Surabaya yang mengusung tema dongeng atau cerita rakyat. "Anak saya senang banget, biasanya anak cuma lihat karakter dongeng di buku atau TV, tetapi sekarang bisa lihat langsung," sambungnya.
Senada, Paramita Ningtyas, warga asal Tandes, Surabaya juga mengungkapkan kebahagiaan bisa menyaksikan Surabaya Vaganza. Awalnya, dia mengaku tidak berminat menonton karena malas berdesak-desakan.
"Sebagai warga Surabaya yang baru pertama kali nonton Surabaya Vaganza, terhibur sih. Di luar eksplorasi saya, peserta-pesertanya sangat kreatif. Jadi walaupun berjubel, cukup terbayarkan," tuturnya.
Perempuan berusia 29 tahun itu datang bersama seorang temannya sejak pukul 12.00 WIB. Saat ditemui di Jalan Tunjungan, Paramita mengaku kagum dengan kreativitas peserta dalam memvisualisasikan tema dongeng.
"Ternyata dongeng bisa divisualkan bagus gini. Pesertanya totalitas, seperti Pelindo yang membawa tema Legenda Nyi Roro Kidul, itu meriah banget. Ada anoman juga tadi yang interaktif ke masyarakat," tukas Paramita.
Sebagai informasi, Surabaya Vaganza 2025 diikuti oleh 43 peserta, yang berasal dari Perangkat Daerah (PD), BUMN, BUMD, perusahaan swasta, seniman, pelajar, hingga komunitas masyarakat.
Mereka antusias memamerkan mobil hias kreasinya. Berbagai cerita rakyat nusantara turut ditampilkan dalam parade, seperti kisah Jaka Tarub, Keong Mas, Pandawa Lima, Lutung Kasarung, hingga legenda Nyi Roro Kidul.
Mobil hias juga mengangkat dongeng klasik mancanegara, seperti Aladin, Cinderella, Beauty and The Beast, serta Pinokio. Ada juga penampilan teatrikal dari peserta yang membuat Surabaya Vaganza semakin meriah. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
