
Siswa SMA Masa Depan Cerah Surabaya, tampilan wayang orang dan ketoprak dalam kegiatan P5. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com–Sekolah semakin kreatif mengemas Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Siswa tak hanya mengelola materi dalam bentuk riset dan karya ilmiah.
Seperti yang dilakukan siswa kelas X dan XI SMA Masa Depan Cerah, mereka berkarya lewat penampilan wayang orang dan ketoprak. Dengan sedikit terbata, para siswa membawakan dialog berbahasa krama inggil. Mereka juga membawakan pakaian khas kerajaan dalam pertunjukan berdurasi 20-30 menit.
”Meskipun mereka kebanyakan bukan keturunan Jawa, tapi mereka bisa membuktikan kalau bisa tetap berbahasa Jawa walau ada tidak lancarnya dikit-dikit,” tutur guru Seni Budaya SMA Masa Depan Cerah Caesar Riza Rahardian.
Dia menjelaskan, bahasa yang digunakan didominasi bahasa Jawa namun diperbolehkan menggunakan bahasa Indonesia di beberapa bagian. Bahkan mengombinasikan cerita legenda asli dengan lawakan masa kini.
”Mereka punya waktu 4 bulan untuk bersiap,” imbuh Caesar Riza Rahardian.
Tak hanya penampilan di panggung, pertunjukan juga dikombinasikan dengan rekaman video agar semakin menarik. Penampilan ketoprak dan wayang orang sengaja dipilih agar siswa makin mengenal budaya Jawa. Mulai dari perbedaan ketoprak dan wayang orang, bahasa, hingga cerita legenda nusantara.
Beberapa naskah legenda yang ditampilkan adalah Roro Jonggrang-Bandung Bondowoso, Keong Emas, Gatotkaca, dan Jaka Tarub.
”Mereka dibebaskan memilih cerita apa saja,” jawab pria yang akrab disapa Ardian itu.
Kegiatan tersebut wajib diikuti siswa kelas 10 dan 11. Tak hanya para guru, orang tua siswa juga turut datang dan memberikan nilai melalui formulir online. Kegiatan itu telah menjadi pertunjukan tahunan yang dirayakan bersama-sama ratusan siswa.
”Ini upaya kami melestarikan budaya wujud cinta kita terhadap budaya dan negara,” tambah Ardian.
Dia juga mengapresiasi kedatangan perwakilan Wali Kota Surabaya dalam pembukaan kegiatan.
”Bapak Wali Kota berpesan untuk ikut menjaga budaya di generasi muda, bahkan bisa memanfaatkan media digital terkait wayang orang dan ketoprak,” ucap Caesar Riza Rahardian.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
