
Kebakaran hanguskan deretan lapak non permanen di Jl. Semarang No. 44-46 A, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, pada Jumat (9/5) pagi. (DPKP Surabaya).
JawaPos.com – Kebakaran yang melanda deretan lapak non permanen di Jl. Semarang No. 44-46 A, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jumat (9/5) pagi, meninggalkan kerugian materi yang tidak sedikit.
Lima lapak dengan ukuran berbeda rata dengan tanah setelah api berkobar hebat selama lebih dari satu jam. Para pemilik lapak kini harus menelan kerugian besar dan merelakan harta benda yang habis dilahap si jago merah.
Lapak yang terbakar terdiri dari dua lapak berukuran 3x5 meter, dua lapak berukuran 2x5 meter, dan satu lapak 1x5 meter. Kios yang digunakan untuk berbagai usaha, seperti toko buku, bengkel las, reparasi radiator, dan penjual es kelapa muda, hangus tanpa tersisa. Material kayu dan tumpukan buku menjadi bahan bakar yang membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.
Kasno (40), pemilik Toko Buku Shanti Martha, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya. "Api tiba-tiba sudah besar. Begitu saya sadar, sudah enggak sempat ambil apa-apa. Semua buku di dalam habis terbakar," ujarnya dengan nada sedih.
Selain buku, sejumlah alat tulis dan perlengkapan toko juga ludes. Kasno memperkirakan kerugiannya mencapai belasan juta rupiah.
Sementara itu, Mukhtori (52), pedagang es kelapa muda yang juga menjadi korban, mengatakan api melalap seluruh peralatan dagangnya. "Tenda, meja, sama gerobak semuanya hangus. Biasanya kan buat jualan setiap hari, sekarang enggak tahu harus gimana," ungkap Mukhtori.
Tidak hanya lapak, sebuah rumah semi permanen berlantai dua yang dihuni oleh Elly Mardiati (53) dan Mardianto (49) juga ikut terdampak. Bagian lantai dua rumah yang digunakan sebagai hunian terbakar cukup parah, sementara lantai satu yang dipakai untuk jualan buku berhasil diselamatkan. Kerugian rumah tersebut juga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Tri Heri Susanto, pemilik toko buku lantai dua yang juga menjadi hunian, menyatakan kehilangan sebagian besar koleksi buku bekasnya. "Lantai dua saya pakai buat tinggal, tapi separuhnya juga buat jualan buku. Sekarang sudah hangus semua," ucapnya pasrah.
Hingga kini, petugas DPKP bersama BPBD masih melakukan pendataan untuk mengkalkulasi total kerugian yang dialami para korban.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
