Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Mei 2025 | 21.00 WIB

Lima Lapak di Surabaya Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah

Kebakaran hanguskan deretan lapak non permanen di Jl. Semarang No. 44-46 A, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, pada Jumat (9/5) pagi. (DPKP Surabaya). - Image

Kebakaran hanguskan deretan lapak non permanen di Jl. Semarang No. 44-46 A, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, pada Jumat (9/5) pagi. (DPKP Surabaya).

JawaPos.com – Kebakaran yang melanda deretan lapak non permanen di Jl. Semarang No. 44-46 A, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Jumat (9/5) pagi, meninggalkan kerugian materi yang tidak sedikit. 

Lima lapak dengan ukuran berbeda rata dengan tanah setelah api berkobar hebat selama lebih dari satu jam. Para pemilik lapak kini harus menelan kerugian besar dan merelakan harta benda yang habis dilahap si jago merah.

Lapak yang terbakar terdiri dari dua lapak berukuran 3x5 meter, dua lapak berukuran 2x5 meter, dan satu lapak 1x5 meter. Kios yang digunakan untuk berbagai usaha, seperti toko buku, bengkel las, reparasi radiator, dan penjual es kelapa muda, hangus tanpa tersisa. Material kayu dan tumpukan buku menjadi bahan bakar yang membuat api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Kasno (40), pemilik Toko Buku Shanti Martha, mengaku tidak sempat menyelamatkan barang dagangannya. "Api tiba-tiba sudah besar. Begitu saya sadar, sudah enggak sempat ambil apa-apa. Semua buku di dalam habis terbakar," ujarnya dengan nada sedih. 

Selain buku, sejumlah alat tulis dan perlengkapan toko juga ludes. Kasno memperkirakan kerugiannya mencapai belasan juta rupiah.

Sementara itu, Mukhtori (52), pedagang es kelapa muda yang juga menjadi korban, mengatakan api melalap seluruh peralatan dagangnya. "Tenda, meja, sama gerobak semuanya hangus. Biasanya kan buat jualan setiap hari, sekarang enggak tahu harus gimana," ungkap Mukhtori.

Tidak hanya lapak, sebuah rumah semi permanen berlantai dua yang dihuni oleh Elly Mardiati (53) dan Mardianto (49) juga ikut terdampak. Bagian lantai dua rumah yang digunakan sebagai hunian terbakar cukup parah, sementara lantai satu yang dipakai untuk jualan buku berhasil diselamatkan. Kerugian rumah tersebut juga diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Tri Heri Susanto, pemilik toko buku lantai dua yang juga menjadi hunian, menyatakan kehilangan sebagian besar koleksi buku bekasnya. "Lantai dua saya pakai buat tinggal, tapi separuhnya juga buat jualan buku. Sekarang sudah hangus semua," ucapnya pasrah. 

Hingga kini, petugas DPKP bersama BPBD masih melakukan pendataan untuk mengkalkulasi total kerugian yang dialami para korban.

Kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan listrik di lingkungan padat penduduk. DPKP Surabaya mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik dan memastikan tidak ada kabel yang rusak atau sambungan liar yang berpotensi memicu kebakaran.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore