Menteri Wihaji saat meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pasuruan. (Humas BKKBN)
JawaPos.com – Pemerintah Kota Pasuruan, melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), memperluas jangkauan bantuan gizi dengan menargetkan 10 persen dari total distribusi untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Program ini bertujuan untuk mencegah stunting sejak 1000 hari pertama kehidupan, sebuah langkah krusial dalam mewujudkan generasi yang lebih sehat di masa depan.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga serta Kepala BKKBN Wihaji, mengungkapkan bahwa saat ini program MBG di Kota Pasuruan masih dalam tahap uji coba. "Ke depan, 10 persen dari paket MBG yang ada di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dialokasikan khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD," jelas Wihaji.
Program ini diharapkan dapat memastikan asupan gizi yang cukup bagi ibu hamil dan balita untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal, serta mencegah masalah stunting yang sering kali berdampak pada kualitas hidup anak di masa depan.
Kunjungan Menteri Wihaji dimulai dengan peninjauan Dapur Umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan ODA Masa Depan Utama di Jalan Sultan Agung IV No. 2, Kecamatan Purworejo. Di sana, Menteri Wihaji melihat langsung proses distribusi MBG ke keluarga berisiko stunting. Distribusi dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) BKKBN dengan menggunakan sepeda motor, mengingat lokasi penerima manfaat yang tersebar dan sulit dijangkau dalam satu titik pusat.
“Kami ingin memastikan bantuan gizi sampai tepat ke keluarga yang membutuhkan. Program ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak yang sehat, terutama pada masa-masa kritis seperti ibu hamil dan balita,” tambah Wihaji.
Salah satu penerima manfaat, Juwita Andriani (30), ibu dari dua anak berusia 4 dan 7 tahun, mengungkapkan rasa senangnya menerima bantuan. "Saya sangat senang bisa mendapat sembako dan makanan bergizi langsung dari program ini," katanya.
Kepala SPPG, Muhammad Subahan, juga menyampaikan harapan untuk meningkatkan jumlah dapur umum di Kota Pasuruan. Saat ini, satu dapur umum melayani distribusi ke delapan titik yang mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA. “Harapannya, ada penambahan dapur umum agar lebih banyak keluarga dapat dijangkau,” ujar Subahan.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., mengingatkan bahwa asupan gizi seimbang sangat penting dalam mencegah malnutrisi dan stunting, serta menunjang tumbuh kembang anak-anak. "Dengan adanya program ini, diharapkan angka stunting dapat turun secara signifikan," tuturnya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
