Kya-Kya Kembang Jepun yang penuh sejarah (Dok. YouTube Submaxi Channel)
JawaPos.com - Kya-Kya Kembang Jepun, sebuah kawasan bersejarah di Surabaya, menyimpan kisah yang begitu menarik dan penuh lapisan sejarah.
Dikenal sebagai pusat kuliner dan hiburan malam di awal abad ke-21, Kya-Kya sebenarnya lebih dari sekadar tempat menikmati makanan lezat.
Di balik kemegahannya, kawasan ini menyimpan jejak masa lalu yang kelam dan penuh dengan kisah prostitusi pada era kolonial, terutama pada masa pemerintahan Belanda dan Jepang.
Kini, meskipun Kya-Kya tidak lagi seramai dulu, warisan budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan kota Surabaya.
Mengutip dari YouTube 4 News Goo, artikel ini akan mengungkapkan bagaimana Kya-Kya Kembang Jepun berkembang dari sebuah tempat hiburan menjadi saksi bisu perubahan zaman.
1. Kya-Kya: Gerbang Wisata Kuliner dan Hiburan di Surabaya
Kya-Kya Kembang Jepun sempat menjadi destinasi utama wisata malam yang diresmikan pada tahun 2003. Kata "Kya-Kya" berasal dari bahasa Hokkien yang berarti "jalan-jalan".
Di sepanjang jalan ini, berdiri gapura besar dengan dekorasi naga dan singa yang mencerminkan nuansa oriental. Kya-Kya dirancang untuk menjadi pusat kuliner terbuka yang menyajikan beragam makanan khas Tionghoa dan lokal.
Tercatat sekitar 87 kios beroperasi di awal pembukaannya, dan jumlah ini meningkat menjadi lebih dari 100 pada tahun berikutnya.
Tidak hanya menyajikan makanan, pengunjung juga dimanjakan dengan pertunjukan budaya seperti barongsai, musik tradisional, hingga kesenian khas Surabaya.
2. Penyebab Kya-Kya Surabaya Meredup
Sayangnya, kejayaan Kya-Kya tidak bertahan lama. Sejak 2005, kawasan ini mulai kehilangan pengunjung dan secara bertahap meredup.
Beberapa faktor yang disebut sebagai penyebab kemunduran Kya-Kya antara lain harga makanan yang dirasa terlalu mahal, sulitnya akses parkir bagi pengunjung, hingga kurangnya fasilitas penunjang ketika hujan turun.
Selain itu, adanya penutupan akses ke Masjid Ampel juga menimbulkan kesan mistis dan membuat sebagian masyarakat enggan datang.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
