
Pembangunan flyover di Bundaran Dolog Taman Pelangi dinilai mendesak. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com – Rencana pembangunan flyover di Bundaran Dolog, kawasan Taman Pelangi, Surabaya mulai menuai respons dari masyarakat. Meski banyak yang mendukung proyek ini sebagai solusi kemacetan akibat perlintasan kereta api, sejumlah warga dan pelaku usaha lokal menyuarakan kekhawatiran mereka.
Pelaku usaha kecil di sekitar frontage road sisi timur dan Jalan Jemursari, misalnya, cemas akses menuju tempat usaha mereka akan terganggu selama proses konstruksi berlangsung. "Kalau nanti ada penutupan jalan, pembeli bisa enggan mampir. Bisa-bisa omzet turun," keluh Andri, 38, pemilik warung kopi di sekitar frontage road.
Senada dengan itu, Yuliana, 45, pemilik toko sembako yang beroperasi tak jauh dari bundaran, mengaku trauma dengan pengalaman serupa saat underpass Mayjen Sungkono dibangun. "Waktu itu omzet saya turun separuh. Sekarang khawatir kejadian yang sama terulang," ujarnya.
Namun tidak semua pihak bersikap pesimistis. Warga yang setiap hari harus menghadapi kemacetan di titik tersebut justru menyambut positif rencana ini.
"Saya hampir tiap pagi nunggu kereta lewat. Kadang bisa sampai 10 menit. Kalau ada flyover, ya bagus, jadi nggak telat terus ke kantor," kata Dimas, 29, seorang karyawan swasta.
Arini, 32, warga lain yang tinggal tak jauh dari lokasi, juga mendukung proyek ini. Ia hanya berharap pelaksanaannya memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
"Pembangunan jangan bikin jalan jadi becek atau debu di mana-mana. Terus, tolong juga kasih petunjuk jalan jelas kalau ada pengalihan," katanya.
Warga berharap Pemkot Surabaya aktif memberikan informasi sejak awal, termasuk soal jadwal, rute yang terdampak, serta menyediakan saluran pengaduan jika ada masalah selama proyek berlangsung.
"Intinya kami nggak menolak. Tapi harus ada komunikasi yang jelas. Jangan sampai proyek besar ini justru nyusahin warga kecil," tutur Yuliana.
Masyarakat menilai proyek flyover Bundaran Dolog penting untuk mengurai kemacetan, tapi menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam setiap tahapannya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
