Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Maret 2025 | 17.10 WIB

Kunjungan Mal di Surabaya Melonjak Hanya Setelah THR Cair

Pengunjung melihat produk fashion yang dijual di salah satu mall di Kawasan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (3/3/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos) - Image

Pengunjung melihat produk fashion yang dijual di salah satu mall di Kawasan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (3/3/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Puncak traffic pengunjung mal diperkirakan sudah berlangsung pekan kemarin. Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim berharap lonjakan pengunjung masih terjadi mendekati lebaran. Mengingat angka kenaikan pengunjung tahun ini menurun dibanding lebaran sebelumnya.

Ketua APPBI Jatim Sutandi Purnomosidi mengatakan, lonjakan pengunjung mal saat puasa hanya terlihat di empat hari. Yakni tanggal 15-16 dan 22-23, tepatnya setelah THR cair. "Selebihnya tidak ada lonjakan signifikan," ucapnya kemarin.

Hari biasa tidak ada kenaikan signifikan. Sutandi menyampaikan, empat hari itu masyarakat datang ke mal untuk membeli baju lebaran dan kebutuhan pokok. Artinya, mereka membeli saat THR sudah cair. Setelahnya kondisi normal. Hal ini yang diwaspadai pengelola mal. Di mana, pascalebaran ada waktu yang lama menuju libur sekolah. Artinya, perlu dilihat bagaimana tren setelah lebaran. Mengingat okupansi pengunjung naik ketika libur sekolah.

Menurutnya, puncak pengunjung mal sudah terjadi pada tanggal 22-23 kemarin. Pakuwon Mal yang sebelumnya hanya ada 18 ribu kendaraan, kemarin naik menjadi 20 ribu kendaraan. Sementara, Tunjungan Plaza yang biasanya 11 ribu kendaraan naik menjadi 20 ribu kendaraan. Itu pun terjadi karena ada event midnight sale di TP. "Meski begitu dibanding lebaran sebelumnya saat ini turun," ucapnya.

Sutandi belum merinci berapa penurunan pengunjung mal pada lebaran tahun ini. Yang jelas, kondisinya berbeda dari puasa sebelumnya. Dia juga menilai pekan ini sudah tidak ada peak pengunjung. Sebab, waktunya sudah berdekatan dengan lebaran dan banyak yang sudah mudik. Meskipun dia berharap lonjakan tersebut bisa terus ada sampai lebaran besok.

Ada beberapa faktor yang dianggap menjadi penyebab. Misalnya kondisi ekonomi di awal tahun yang belum baik. Efisiensi anggaran pemerintah ditengarai Sutandi menjadi faktor. Kalau sebelumnya Surabaya jujukan orang meeting sekarang tidak ada. Imbasnya berdampak ke mal karena mereka biasanya belanja. (omy)

Trend Baju Lebaran 2023

  • Menyambut Lebaran, tren busana tahun ini mengusung warna-warna pastel dan model simpel yang tetap terlihat mewah.
  • Tren baju lebaran mengedepankan warna soft, cenderung pastel dan putih.
  • Model yang ditawarkan pun simpel namun bermotif bordir untuk memberikan kesan mewah.
  • Kain yang digunakan juga adem dan nyaman dipakai, cocok untuk suasana Lebaran yang hangat.
  • Busana bisa dipadukan dengan atau tanpa hijab. Pilihlah model yang versatile, sehingga dapat digunakan untuk berbagai acara, termasuk kondangan.
Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore