Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 04.03 WIB

Pemrpov Jatim Siap Jalankan Program Sekolah Rakyat, Gubernur Khofifah: Upaya Putus Rantai Kemiskinan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) hadir dalam rakor Penguatan Ekonomi Desa bersama Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (kiri), dan Wagub Jatim Emil Dardak. (Istimewa) - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) hadir dalam rakor Penguatan Ekonomi Desa bersama Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (kiri), dan Wagub Jatim Emil Dardak. (Istimewa)

JawaPos.com-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Jatim untuk menjalankan Sekolah Rakyat (SR), program pendidikan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang menjadi arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

"Kami siap menjalankan program Sekolah Rakyat di Jatim. Malam ini, kami undang langsung Mensos RI dan Ketua Tim Formatur SR Muhammad Nuh untuk mendetailkan teknis pelaksanaannya," ujar Khofifah dalam rakor Penguatan Ekonomi Desa bersama Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) serta Bupati dan Wali Kota se-Jatim di Surabaya.

Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dengan konsep boarding school (asrama) dari jenjang SD hingga SMA, program ini diharapkan bisa menjadi solusi nyata dalam memutus rantai kemiskinan.

"Sekolah Rakyat ini bukan sekadar sekolah, tapi investasi masa depan. Kita ingin generasi penerus memiliki akses pendidikan yang layak, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," jelasnya.

Untuk mempercepat realisasi program ini, Khofifah meminta seluruh kepala daerah di Jatim segera menyiapkan lahan atau aset yang bisa digunakan. "Karena konsepnya boarding school, kita butuh lahan sekitar 5 hektare. Bisa juga dengan merevitalisasi aset yang sudah ada, baik milik Pemda, BUMN, atau perguruan tinggi," paparnya.

Selain itu, ia juga menginstruksikan jajaran Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial untuk segera menyusun skema teknis, termasuk perencanaan anggaran dan sarana pendukung lainnya.

Menteri Sosial Gus Ipul memastikan program Sekolah Rakyat akan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025-2026, dengan target 100 sekolah di berbagai daerah. "Tahun ini kita mulai dengan 100 sekolah di tingkat SD, SMP, dan SMA. Saat ini sudah ada 40 SR yang siap, memanfaatkan aset Kemensos, Pemda, perguruan tinggi, dan instansi lainnya," kata Gus Ipul.

Ia menambahkan bahwa sasaran utama program ini adalah masyarakat di desil 1 hingga desil 3, yaitu kelompok ekonomi yang tergolong miskin ekstrem, miskin, dan rentan miskin. "Kita ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapat kesempatan pendidikan yang layak. Dengan pendidikan yang baik, mereka bisa keluar dari lingkaran kemiskinan," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh menegaskan bahwa pendidikan berkualitas adalah alat paling efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan.

"Sekolah Rakyat harus menjangkau mereka yang sebelumnya sulit mendapat akses pendidikan. Dengan sistem asrama, kita bisa membangun kompetensi sekaligus karakter anak-anak ini," ungkapnya.

Dengan kesiapan yang matang, Pemprov Jatim optimistis dapat menjadi model dalam pelaksanaan Sekolah Rakyat demi kesejahteraan masyarakat yang lebih merata. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore