
Ilustrasi Tempat Pemakaman Umum di Surabaya yang semakin penuh. (Dokumentasi Jawa Pos)
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengakui bahwa lahan makam di Kota Pahlawan semakin menipis. Dari 13 Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang dimiliki pemerintah kota, hampir semuanya penuh.
"Iya penuh, (TPU) Babat Jerawat ya penuh. Keputih penuh kurang dikit," tutur Eri kepada JawaPos.com, Minggu (9/3). Kondisi ini menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk segera mencari solusi konkret.
Sistem tumpang pun menjadi langkah darurat untuk menangani lahan makam yang kian terbatas. Tidak sedikit warga Surabaya yang terpaksa menumpuk jenazah keluarga dalam satu liang lahad.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Geram Bantaran Sungai Cikeas dan Cileungsi Berubah jadi Perumahan, Bakal Lapor Menteri ATR/BPN
"Ya memang terpaksa tumpang tindih kalau tidak ada lahan, karena jumlah kita (penduduk Surabaya) terlalu banyak. Ya nanti kan berbagi. Jadi tidak kita biarkan satu jenazah satu makam terus, gak nututi (gak cukup)," imbuhnya.
Adapun 13 TPU milik Pemkot Surabaya, adalah
TPU Keputih, TPU Babat Jerawat, TPU Kembang Kuning, TPU Putat Gede, TPU Simo Kwagean, TPU Kalianak, TPU Asemjajar, TPU Karang Tembok.
Kemudian TPU Wonokusumo Kidul, TPU Kapas Krampung, TPU Tembok Gede, TPU Ngagel Rejo, dan TPU Belanda Peneleh. Pemkot Surabaya juga punya satu tempat krematorium di Keputih, Kecamatan Sukolilo.
Menurut Eri, keterbatasan lahan makam di Surabaya terjadi karena minimnya perhatian bersama. Banyak pihak yang berbondong-bondong membangun perumahan, tetapi tidak menyediakan area pemakaman.
"Kalau dia punya tanah kaplingan, itu seharusnya juga menghitung berapa makam yang disediakan. Selama ini kan gak dihitung meskipun punya kewajiban. Akhirnya (makam) penuh semua, terus mau ke mana?" seru Eri.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto bahwa Pemkot Surabaya menuturkan bahwa di TPU Babat Jerawat, TPU Ngagel Rejo, dan beberapa makam milik pemerintah sudah penuh.
"Iya sudah penuh, tetapi selama masih ada izin dari keluarga, bisa dilakukan sistem tumpang. (Di TPU Surabaya) ada yang sampai tumpang tiga, tumpang empat, kan secara agama juga diperbolehkan," tandas Didik.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
