Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Maret 2025 | 10.27 WIB

Sengketa Lahan Hambat Perluasan TPU Keputih, Apa Upaya Pemkot Surabaya?

Potret TPU Keputih yang kini menyempit. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Potret TPU Keputih yang kini menyempit. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com–Kondisi lahan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, mendapatkan atensi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kapasitas makam.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mengatakan, saat ini, Pemkot Surabaya sedang mengkaji kemungkinan untuk menambah luas dan mengoptimalkan penggunaan lahan makam di TPU Keputih.

”Soal keputih itu dari total 35 hektare, masih ada yang bisa digunakan terutama di sisi timur ada lahan milik pemkot surabaya. Tetapi masih ada beberapa kendala disitu," ujar Eri Irawan di Surabaya, Kamis (6/3).

Lahan yang dimaksud adalah sisi timur TPU Keputih, yang berbatasan langsung dengan Medokan Semampir. Di sana, Eri menuturkan ada lahan milik Pemkot yang luas berupa rawa-rawa.

”Namun sebagian lahan itu ada beberapa rumah yang ditempati warga. Jadi ada konflik tanah antara Pemkot Surabaya, warga, dan sebuah perusahaan. Ini perlu dikomunikasikan (terkait tata ulang),” imbuh Eri.

Selain memperluas TPU Keputih, Pemkot Surabaya juga sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk membuka lahan pemakaman baru. Yakni di wilayah Waru Gunung dan wilayah Sumberrejo.

Di Sumberrejo, Pemkot memiliki lahan seluas 44 hektare. Namun, 4 hektare di antaranya menjadi pemukiman warga. Oleh karena itu, perlu dibebaskan sebelum benar-benar menjadi tempat pemakaman baru.

”Kemudian di Warugunung, dari total 80 hektare, yang sudah dibebaskan Pemerintah Kota Surabaya ada 10 hektare,” tandas Eri Irawan, politikus asal PDI Perjuangan itu.

Diketahui, Pemkot Surabaya memiliki 13 tempat pemakaman umum dan satu krematorium. Yakni TPU Keputih, TPU Babat Jerawat, TPU Kembang Kuning, TPU Putat Gede, TPU Simo Kwagean, TPU Kalianak, TPU Asemjajar.

Kemudian TPU Karang Tembok, TPU Wonokusumo Kidul, TPU Kapas Krampung, TPU Tembok Gede, TPU Ngagel Rejo, TPU Belanda Peneleh, dan satu tempat krematorium di Keputih.

Di TPU Keputih, Kepala UPTD Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Khoirun Nisa membenarkan bahwa lahan makam di sana menyempit. Bahkan saat ini hanya mampu menampung 32 ribu jenazah lagi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore