JawaPos.com – Taman Bungkul akan dikembangkan menjadi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) pada tahun ini. Namun, kondisi wahana bermain di taman tersebut masih jauh dari ideal.
Berdasarkan pantauan JawaPos.com, dari total 15 wahana yang tersedia, 10 di antaranya mengalami kerusakan. Beberapa fasilitas permainan tampak berkarat, seperti ayunan, besi panjat, dan jungkat-jungkit.
Rantai ayunan sudah menghitam dan terlihat rapuh, sementara besi panjat mengalami penyok di beberapa bagian. Selain itu, jungkat-jungkit juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan, terutama pada bagian tempat duduk dan pegangan yang berkarat.
Rina, seorang warga yang sering mengajak anaknya bermain di Taman Bungkul, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. "Anak saya senang bermain di sini, tapi saya selalu waspada karena banyak besi yang sudah berkarat. Jika benar diperbaiki untuk RBRA, pasti lebih aman buat anak-anak," katanya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, memastikan bahwa perbaikan akan dilakukan tahun ini sebagai bagian dari persiapan menuju RBRA. "Kami sedang mengajukan Taman Bungkul sebagai RBRA. Salah satu langkah yang kami siapkan adalah memperbaiki wahana bermain yang sudah berkarat. Nantinya, semua akan dicat ulang dan diperbaiki agar lebih aman digunakan," jelasnya kepada JawaPos.com, Kamis (6/3).
Menurut Dedik, RBRA harus memenuhi standar keamanan tertentu. "Permukaan lantai tidak boleh berjenjang agar anak-anak tidak mudah tersandung. Kami mempertimbangkan penggunaan pasir atau rumput sintetis sebagai pelapis untuk mengurangi risiko cedera jika anak terjatuh. Selain itu, semua besi permainan harus bebas dari bagian tajam dan karat," paparnya.
Selain memperbaiki wahana yang ada, DLH juga telah menambahkan beberapa fasilitas baru. Salah satunya adalah permainan seluncuran besar yang terletak di sisi utara taman, dekat toilet. Wahana ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.
Tak hanya dari segi fasilitas, RBRA juga akan dilengkapi dengan petugas khusus yang telah menjalani pelatihan. "Para penjaga harus memiliki sertifikasi dan memahami bagaimana menangani anak-anak. Mereka juga akan diberikan edukasi mengenai batasan interaksi fisik yang aman bagi anak-anak," tambah Dedik.
Saat ini, taman tersebut telah dilengkapi dengan 20 kursi taman untuk para orang tua yang menemani anak-anak bermain. Jika diperlukan, jumlahnya bisa ditambah sesuai kebutuhan.
Proses pengajuan RBRA masih berlangsung, dan perbaikan akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun ini. "Kami menargetkan semua perbaikan, termasuk pengecatan ulang wahana berkarat, bisa selesai dalam tahun ini," tegas Dedik.
Dengan berbagai peningkatan ini, diharapkan Taman Bungkul dapat menjadi ruang bermain yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak Surabaya.