Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Februari 2025 | 01.10 WIB

Puskesmas di Surabaya Bentuk Tim Khusus untuk Tangani Pasien HIV/AIDS, Terima Layanan BPJS

Ilustrasi penanganan pasien HIV/AIDS di Puskesmas Gunung Anyar Surabaya. (Ahmad Khusaini / Jawa Pos). - Image

Ilustrasi penanganan pasien HIV/AIDS di Puskesmas Gunung Anyar Surabaya. (Ahmad Khusaini / Jawa Pos).

JawaPos.com – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat layanan kesehatan bagi pasien HIV/AIDS dengan membentuk tim khusus di puskesmas guna memastikan penanganan yang lebih optimal. Seluruh puskesmas, termasuk di wilayah Surabaya Timur, kini dapat menerima pasien dengan jaminan BPJS Kesehatan. Salah satu puskesmas yang aktif menjalankan program ini adalah Puskesmas Gunung Anyar.
 
Novi Milawati, perawat penanggung jawab program HIV/AIDS di Puskesmas Gunung Anyar, menjelaskan bahwa layanan yang tersedia mencakup skrining, konsultasi, terapi antiretroviral (ARV), serta pendampingan pasien. Skrining dilakukan bagi kelompok tertentu, seperti ibu hamil, pasien tuberkulosis (TBC), calon pengantin, serta populasi kunci seperti waria, pekerja seks, dan komunitas LGBTQ.
 
"Ibu hamil perlu menjalani skrining agar HIV dapat dideteksi sejak dini dan tidak menular ke bayi. Sementara pasien TBC diperiksa untuk menghindari komplikasi yang dapat memperburuk kondisi mereka," ujar Novi di Surabaya.
 
Jika seseorang mengalami gejala seperti diare kronis lebih dari satu bulan, sariawan yang sulit sembuh, penurunan berat badan drastis, batuk berkepanjangan, atau ruam pada kulit, mereka disarankan untuk menjalani pemeriksaan HIV. Jika hasilnya positif, pasien akan langsung diberikan terapi ARV, yang harus dikonsumsi seumur hidup guna menekan perkembangan virus dalam tubuh.
 
 
Untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan yang menyeluruh, puskesmas membentuk tim layanan PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) HIV, yang terdiri dari dokter, perawat, apoteker, serta kader Surabaya Hebat (KSH). Tim ini bertugas mendampingi pasien selama proses pengobatan dan memastikan mereka tetap menjalani terapi dengan baik.
 
Saat ini, Puskesmas Gunung Anyar menangani 35 pasien HIV/AIDS, dengan beberapa di antaranya telah dirujuk ke fasilitas kesehatan lain yang lebih dekat dengan tempat tinggal atau tempat kerja mereka.
 
Dalam hal pendaftaran pasien HIV/AIDS dengan BPJS, prosedurnya sama seperti pasien lainnya. Jika pasien sudah terdaftar di Puskesmas Gunung Anyar, mereka bisa langsung mendapatkan layanan, sementara pasien yang terdaftar di fasilitas kesehatan BPJS lain akan ditanya apakah ingin berpindah atau tetap di faskes asalnya.
 
"Kami ingin mengubah stigma bahwa pasien HIV/AIDS itu sama dengan pasien lainnya. Tidak ada diskriminasi, baik bagi pasien umum maupun peserta BPJS," tegas Novi.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore