Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Januari 2025 | 02.15 WIB

HIMPSI dan APA Perkuat Kolaborasi Internasional melalui Seminar Psikologi di Indonesia

Ketua Umum HIMPSI Dr. Andik Matulessy, M.Si saat membuka seminar bertajuk International Seminar and National Leadership Forum: APA in Indonesia 2025 di Surabaya. (Istimewa). - Image

Ketua Umum HIMPSI Dr. Andik Matulessy, M.Si saat membuka seminar bertajuk International Seminar and National Leadership Forum: APA in Indonesia 2025 di Surabaya. (Istimewa).

JawaPos.com - Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) bersama American Psychological Association (APA) mencatat sejarah penting dengan menggelar rangkaian seminar bertajuk International Seminar and National Leadership Forum: APA in Indonesia 2025. Kehadiran APA untuk pertama kalinya di Indonesia mendapat sambutan antusias dari praktisi, akademisi, dan mahasiswa di bidang psikologi.

Seminar internasional itu berlangsung di tiga kota, yakni Jakarta, Surabaya, dan Bali, dengan tema The Future of Psychology: How Psychological Science and Practice Contribute in Building the Nation. Di Surabaya, kegiatan diselenggarakan pada 24 Januari di Hotel Bumi. Dihadiri lebih dari 200 peserta, mulai dari psikolog, akademisi, hingga mahasiswa.

Dalam seminar, peserta mendapat wawasan strategis tentang peran psikologi di masa depan. Termasuk diantaranya terkait isu terkini integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam asesmen dan intervensi psikologis. Serta teknik penyusunan naskah publikasi ilmiah berdasarkan kasus-kasus psikologi.

Yang istimewa, APA menghadirkan tiga tokoh penting sekaligus dalam forum ini. Mereka adalah Chief Executive Officer APA Arthur C. Evans Jr., PhD, Presiden APA 2025 Debra M. Kawahara, PhD, dan Direktur Senior Hubungan Internasional APA Amanda Clinton, MEd, PhD. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat hubungan antara komunitas psikologi Indonesia dan dunia internasional.

Ketua Umum HIMPSI Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog secara resmi membuka acara. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya psikologi dalam kebijakan publik untuk menangani isu-isu signifikan seperti perlindungan anak, perubahan iklim, korupsi, dan kemiskinan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr Andik Matulessy, M.Si., Psikolog selaku Ketua Umum HIMPSI. Dalam sambutannya, Andik menekankan pentingnya mengintegrasikan perspektif psikologi ke dalam kebijakan pemerintah untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang signifikan seperti perlindungan anak, perubahan iklim, korupsi, dan kemiskinan.

Seminar internasional dengan tema The Future of Psychology: How Psychological Science and Practice Contribute in Building the Nation digelar di Hotel Bumi, Surabaya, Jumat (24/1/2025). (Istimewa).

’’Psikologi sudah banyak berkontribusi dalam kebijakan publik. Misalnya dalam bantuan semasa pandemi Covid-19, pemeriksaan kepada daerah dan presiden, dan banyak lainnya. Sayangnya stigma negatif masyarakat terhadap psikologi masih tinggi dan seringkali hanya dikaitkan dengan gangguan jiwa,” terang Dr Andik.

Dr Andik berharap kerjasama dengan APA dapat terus terjalin, khususnya terkait disiplin ilmu dan praktik psikologi untuk membangun bangsa. ’’Serangkaian kegiatan ini merupakan langkah krusial yang dilakukan HIMPSI untuk mewujudkan masyarakat dan generasi bangsa yang berdaya saing tinggi secara internasional. Harapannya, melalui kegiatan ini HIMPSI dapat memberikan peluang dan wadah bagi siapapun untuk memperluas wawasan dan strategi dalam mengatasi tantangan kesehatan mental di Indonesia,” paparnya.

Sementara itu Arthur C. Evans selaku CEO APA dalam presentasinya berbagi banyak terkait perkembangan teknologi khususnya hubungan psikologi dan kecerdasan buatan (AI). Ia juga berbagi perjalanan karirnya, mulai dari pendidikan musik hingga beralih ke psikologi, serta pengalamannya di berbagai bidang, termasuk penelitian eksperimental, penerapan psikologi di lingkungan militer, advokasi kebijakan publik, dan kerja klinis.

’’Psikologi dalam menghadapi dampak AI terhadap masyarakat. APA telah memprioritaskan tiga fokus utama terkait AI yakni menggunakan ilmu psikologi untuk memengaruhi dampak AI terhadap masyarakat, termasuk mengatasi stres akibat kekhawatiran kehilangan pekerjaan karena AI,” terang Arthur. APA juga memanfaatkan AI untuk mempromosikan kesehatan mental dan fisik serta menangani isu etika dan privasi dalam pengembangan dan penerapan AI.

Bersama APA, HIMPSI mewadahi pertemuan dengan 31 dekan dari perguruan tinggi di Jawa Timur dan sekitarnya dalam agenda Dinner dan Dean Forum. Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Pendidikan Psikologi Jawa Timur Dr Rr Siti Suminarti Fasikhah, MSi mengungkapkan pentingnya dialog antar Universitas dan organisasi internasional seperti APA untuk menciptakan sinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan psikologi di Indonesia.

Sejumlah nara sumber berfoto bersama seusai seminar internasional dengan tema The Future of Psychology: How Psychological Science and Practice Contribute in Building the Nation. (Istimewa).

Ada empat poin penting yang kami tawarkan, kerjasama penelitian, mengundang sebagai pembicara dalam konferensi, kuliah tamu dan semacamnya, pengebangan kapasitas dalam manajemen jurnal, serta akses ke APA untuk mendukung pembelajaran dan penelitian di Indonesia.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian psikologi di Indonesia. Dukungan APA akan memperkaya wawasan akademisi dan praktisi, sekaligus memperluas akses terhadap sumber daya internasional,” ujar Ketua Forum Komunikasi Penyelenggara Pendidikan Psikologi Jawa Timur Dr Rr Siti Suminarti Fasikhah, MSi.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore