Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Januari 2025 | 12.46 WIB

Tak Ingin Kantin Sekolah Sepi karena Makan Bergizi Gratis, Pemkot Surabaya Siapkan Solusi Ini!

Kantin di SMP Negeri 13 Surabaya yang tampak sepi. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Kantin di SMP Negeri 13 Surabaya yang tampak sepi. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com–Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang sudah dimulai sejak Senin (6/1), menimbulkan kekhawatiran pedagang kantin sekolah. Tidak sedikit dari mereka yang merugi akibat sepinya pembeli.

JawaPos.com datang ke kantin sekolah di SMP Negeri 13 Surabaya. Pemandangan tidak biasa terlihat di sana. Sepi. Tak ada lalu lalang siswa. Dari enam stan yang tersedia, hanya tiga yang tetap buka.

”Orang-orang (tutup atau tidak berjualan) takut gak laku. Kan ada Makan Bergizi Gratis, sementara kita setiap stan itu pasti menjual makan makanan berat,” terang salah satu penjual di Kantin SMPN 13 Surabaya Rini Ari Ani.

Keresahan serupa dialami Sulina. Warga Jemursari itu menjual bakso di kantin SMPN 13 Surabaya. Sulina juga mengaku dagangannya tidak seramai biasanya. Dia menebak mungkin karena Makan Bergizi Gratis.

”Kalau gini terus, kami rugi. Saya berharapnya pihak sekolah, pemerintah mencari jalan tengah. Jadi jangan merugikan sini (penjual kantin), jangan merugikan sana (Makan Bergizi Gratis),” harap Sulina, perempuan berusia 48 tahun itu.

Keluhan para penjual kantin di sekolah yang sepi setelah Makan Bergizi Gratis pun sampai di telinga Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi hingga menyiapkan solusi.

”Kami akan mengecek kantin-kantin sekolah, apakah benar dikelola UMKM atau bukan. Kalau benar UMKM, kami akan mengupayakan mereka menjadi bagian dari penyedia makanan di program ini,” tutur Eri, Jumat (24/1).

Artinya, penjual kantin di sekolah yang terbukti dikelola UMKM lokal, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan memberdayakan mereka untuk terlibat langsung sebagai penyedia Makan Bergizi Gratis.

”Penjual kantin UMKM nanti kami daftarkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menjadi bagian yang memasak (menu Makan Bergizi Gratis), sehingga pergerakan ekonomi terjadi,” imbuh Eri Cahyadi.

Eri lantas meminta Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) untuk mendata kantin-kantin UMKM di sekolah Surabaya dan mendaftarkan ke BGN agar bisa terlibat dalam program nasional itu.

”Nanti kita kawal melalui Dinas Koperasi, kita daftarkan, agar mereka bisa menjadi bagian dari yang masak untuk program Makan Bergizi Gratis,” tandas Eri yang juga menjadi Wali Kota Surabaya terpilih periode 2025-2030.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore