
Prosesi penumpangan tangan sebagai simbol penerimaan Roh Kudus dan peneguhan jabatan sebagai uskup. (Ahmad Khusaini / Jawa Pos)
JawaPos.com – Keuskupan Surabaya menyaksikan momen sakral dalam prosesi tahbisan Uskup baru, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, di Auditorium Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Rabu (22/1). Prosesi tahbisan ini menjadi inti dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dimulai sehari sebelumnya dengan Vesper Agung sebagai persiapan.
Romo Agustinus Ferdian Dwi Prasetyo, juru bicara panitia, menjelaskan bahwa prosesi tahbisan ini mengikuti tradisi Gereja Katolik yang telah berlangsung selama berabad-abad. "Pentahbisan Uskup adalah peristiwa penting karena menandai peralihan kepemimpinan secara resmi dalam suksesi apostolik," ujarnya.
Tahbisan dimulai setelah pembacaan Injil, di mana Romo Didik, sapaan akrab Mgr. Agustinus sebelum ditahbiskan, maju ke depan didampingi dua imam. Mereka memohon secara resmi kepada Penahbis Utama, Mgr. Piero Pioppo, Nunsio Apostolik untuk Indonesia, agar Romo Didik ditahbiskan menjadi uskup.
Dalam dialog yang menjadi bagian penting dari prosesi, Mgr. Piero bertanya, "Bersediakah engkau dengan bantuan Roh Kudus, melaksanakan sampai mati tugas yang dipercayakan? Bersediakah engkau dengan setia selalu mewartakan Injil Kristus?" Romo Didik menjawab dengan lantang, "Saya bersedia."
Setelah itu, surat mandat resmi dari Vatikan yang menyatakan pengangkatan Romo Didik sebagai Uskup dibacakan di hadapan publik. "Surat ini menjadi tanda sah bahwa Romo Didik telah mendapatkan mandat langsung dari Tahta Suci," jelas Romo Ferdian.
Prosesi dilanjutkan dengan Litani Roh Kudus, di mana Mgr. Agustinus berlutut dalam doa. Bagian paling sakral dalam tahbisan adalah penumpangan tangan oleh para uskup yang hadir, dimulai dari Mgr. Piero Pioppo sebagai Penahbis Utama. Penumpangan tangan ini menjadi simbol penerimaan Roh Kudus dan peneguhan jabatan sebagai uskup.
Setelah penumpangan tangan, atribut resmi uskup dikenakan kepada Mgr. Agustinus. Mitra sebagai lambang kewibawaan, cincin sebagai simbol perjanjian dengan Gereja, dan tongkat pastoral sebagai tanda gembala umat disematkan satu per satu.
Prosesi ditutup dengan pengantaran Mgr. Agustinus ke kursi jabatan di katedral sebagai tanda dimulainya masa pelayanannya. Momen ini diiringi dengan salam persaudaraan dari para uskup yang hadir, menandai berakhirnya seluruh rangkaian prosesi tahbisan.
"Pentahbisan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi pengukuhan spiritual. Ini adalah momen sakral yang menunjukkan hubungan langsung antara Gereja lokal dan Tahta Suci," pungkas Romo Ferdian.
Dengan resminya Mgr. Agustinus sebagai Uskup Keuskupan Surabaya, umat Katolik diharapkan terus memperkuat persatuan dalam iman dan melanjutkan misi Gereja untuk melayani masyarakat.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
