Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 Januari 2025 | 03.37 WIB

Tiga Anak Tewas Tenggelam di Sungai Surabaya Sepanjang 2024, Apa Langkah Pemkot?

Dokumentasi BPBD Kota Surabaya saat melakukan operasi pencarian anak tenggelam. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Dokumentasi BPBD Kota Surabaya saat melakukan operasi pencarian anak tenggelam. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Sepanjang 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungkapkan ada tiga anak yang dilaporkan meninggal dunia, setelah tenggelam di beberapa titik Sungai Kota Surabaya.

Kasus anak tenggelam pertama, seorang bocah perempuan berinisial MWN, 6 tahun ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus di selokan Jalan Bumi Sari, Sambikerep pada Jumat, 19 Januari 2024.

Kejadian serupa dialami oleh seorang balita berinisial MR, 3,5 tahun. Ia terperosok dan terbawa arus selokan saat bermain air hujan. Setelah 4 hari pencarian, MR ditemukan tak bernyawa pada Jumat, 27 Desember 2024. 

Teranyar, pada Senin, 30 Desember 2024, seorang remaja laki-laki berinisial PP, 15 tahun dilaporkan tenggelam di Waduk Kedurus. Tidak sampai 24 jam pencarian, PP ditemukan di dasar waduk dalam kondisi meninggal dunia.

Tiga kejadian tersebut mendapat perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Langkah-langkah antisipasi dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan, agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan bahwa imbauan kepada masyarakat telah dilakukan melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota terkait cuaca ekstrem.

Dalam SE tersebut, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah ketika cuaca ekstrem. Termasuk tidak bermain atau berenang di sungai ketika hujan tiba.

"Saat kedaruratan terjadi, segera hubungi Command Center 112 untuk penanganan lebih lanjut. Semua sudah kami lakukan dan himbau kepada masyarakat," ujar Hebi di Surabaya, Minggu (5/1).

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga telah melakukan koordinasi lintas OPD hingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperbanyak pemasangan papan himbauan di sepanjang sungai.

"Papan imbauan sudah ada. Terutama di sungai yang dekat dengan pemukiman penduduk. Kami juga berkoordinasi dengan BPBD Jatim untuk memasang jalur evakuasi apabila terjadi kedaruratan maupun banjir," tukasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore