Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Desember 2024 | 02.30 WIB

Masih Ingat Video Viral Bapak Cubit Anak di Surabaya? Ini Kata Wali Kota Eri Cahyadi

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com–Masyarakat Kota Surabaya sempat dibuat geger dengan video kekerasan anak, yang terjadi di Jalan Jaksa Agung Suprapto. Video itu lantas beredar luas di sosial media hingga viral.

Dalam video tersebut, tampak seorang seorang laki-laki mengenakan jaket denim, helm, dan masker, sedang berdiri di trotoar jalan, sambil mencubit anak laki-laki yang digendongnya. Sang anak menangis dan tampak kesakitan.

Beberapa kali juga menjerit dan meminta ampun. Namun alih-alih berhenti, orang dewasa tersebut justru semakin mencubitnya di bagian paha kiri dan kanan anak laki-laki. Peristiwa ini diunggah akun instagram @surabayaterkini.

”Kejadian siang ini pukul 11.15 WIB, terlepas dari apa salah dari anak laki laki tersebut, seharusnya bukan dengan cara mencubit dan berkali-kali,” tulisnya yang diunggah pada Kamis (12/12).

Ternyata, sosok laki-laki yang mencubit anak kecil tersebut adalah ayah kandungnya. Hal itu diungkap Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Nainggolan. Pria itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina, menerangkan bahwa tindakan tersangka yang mencubit anak kandungnya itu, hanya sebagai cara untuk mendiamkan sang buah hati.

”Jadi anak ini secara psikologis itu hiperaktif, terus dihukum oleh bapaknya dengan mencubit. Bisa dikatakan ini tindakan untuk mendisiplinkan anak, cuma kali ini memang bapaknya sudah kelewatan,” tutur Rina.

Peristiwa yang sempat menggemparkan jagat maya itu pun akhirnya juga ditanggapi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta masyarakat untuk belajar dari kasus itu.

Menurut Eri, terlepas dari kesalahan yang diperbuat anak, tidak seharusnya orang tua melakukan kekerasan dengan dalih untuk mendidik atau mendisiplinkan. Tidak boleh dibiarkan apalagi dibenarkan.

”Perlu diingat bahwa pola asuh anak memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan di masa depan. Anak jadi keras, jadi orang tidak terkendali kalau didikan orang tuanya salah,” ujar Eri, Senin (16/12).

Oleh Karena itu, Wali Kota Surabaya berharap insiden orang tua mencubit anak tidak terjadi lagi di Surabaya. ”Ayo didik anak didasari akidah agama dan akhlak yang bagus,” tukas Eri Cahyadi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore